KOTABEKASI (kabarpublik.id) – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memimpin upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulan Kapal. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa dan daerah.
Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala perangkat daerah, serta unsur TNI dan Polri.
Prosesi diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan peletakan karangan bunga oleh Wali Kota Bekasi di tugu makam pahlawan. Setelah itu, rangkaian kegiatan diteruskan dengan tabur bunga di pusara para pahlawan.
Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota, Forkopimda, dan para peserta upacara secara bergantian menaburkan bunga sebagai simbol penghormatan, rasa terima kasih, serta doa bagi para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
Tri Adhianto menyampaikan, ziarah dan tabur bunga merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Bekasi yang digelar setiap menjelang hari jadi Kota Bekasi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat tidak melupakan sejarah dan jasa para pahlawan.
“Ziarah dan tabur bunga ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk penghormatan kita kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk bangsa dan daerah. Semangat pengorbanan mereka harus menjadi inspirasi dalam membangun Kota Bekasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai perjuangan seperti pengorbanan, persatuan, dan semangat kebersamaan perlu terus dijaga serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Para pahlawan telah memberikan teladan tentang perjuangan dan persatuan. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan semangat tersebut melalui kerja nyata demi kemajuan Kota Bekasi dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu juga disinggung sejarah perjalanan Kota Bekasi yang tidak terlepas dari momentum pemisahan wilayah antara Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi. Peristiwa tersebut menjadi tonggak lahirnya pemerintahan Kota Bekasi hingga berkembang seperti saat ini.





