JAKARTA (kabarpublik.id) – Presiden China Xi Jinping mengakhiri kunjungan kenegaraannya ke Amerika Serikat dengan agenda minum teh bersama Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Washington, Jumat (25/9/2026) waktu setempat.
Agenda tersebut turut dihadiri Ibu Negara China Peng Liyuan dan Ibu Negara AS Melania Trump. Pertemuan menjadi bagian dari rangkaian penutup kunjungan kenegaraan Xi ke Amerika Serikat pada 23–25 September 2026.
Xi mengatakan kunjungan tersebut merupakan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Washington dalam 11 tahun. Menurut dia, pertemuan dengan Trump menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat hubungan China-Amerika Serikat.
Kedua pemimpin sepakat membangun hubungan yang konstruktif dan stabil secara strategis dengan berlandaskan saling menghormati, keadilan, dan prinsip timbal balik.
Xi juga menyampaikan harapan agar kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara menghasilkan manfaat bagi China dan AS.
“Hubungan China-AS memiliki masa depan yang cerah. Ini merupakan arah sejarah,” kata Xi, seperti dikutip dari Kementerian Luar Negeri China.
Xi mengakui hubungan kedua negara masih menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, ia menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan Trump untuk menjaga perkembangan hubungan China-AS.
“Saya siap bekerja sama dengan Presiden Trump, dengan keberanian dan rasa tanggung jawab terhadap sejarah, untuk menorehkan babak gemilang dalam sejarah hubungan China-AS,” ujarnya.
Sementara itu, Trump menyebut kunjungan Xi berlangsung konstruktif dan sukses. Ia mengatakan kedua negara telah membahas hubungan bilateral serta sejumlah persoalan internasional dan regional.
Trump juga menyatakan keinginannya untuk terus berkomunikasi dengan Xi dan bersama-sama mengarahkan perkembangan hubungan China-AS.
Kunjungi Arsip Nasional AS
Setelah agenda minum teh, Xi dan Peng Liyuan mengunjungi Arsip Nasional Amerika Serikat bersama Trump dan Melania.
Keempatnya memasuki Rotunda dan mendapatkan penjelasan mengenai sejumlah dokumen serta koleksi penting yang tersimpan di lembaga tersebut.
Di lokasi itu, Xi menyinggung perjalanan sejarah Amerika Serikat selama 250 tahun serta gagasan “Impian Amerika”. Ia juga mengaitkannya dengan “Impian China” yang menjadi bagian dari cita-cita kebangkitan nasional China.
Xi mengatakan China dan AS memiliki sejarah, budaya, sistem sosial, dan jalur pembangunan yang berbeda. Namun, menurut dia, masyarakat kedua negara sama-sama menginginkan kehidupan yang lebih baik.
Ia menekankan pentingnya menghormati perbedaan, memperluas kerja sama, dan mengelola perbedaan secara tepat untuk menjaga hubungan bilateral.
Setelah rangkaian agenda tersebut selesai, Xi dan Peng meninggalkan Amerika Serikat. Kementerian Luar Negeri China menyatakan Xi mengakhiri kunjungan kenegaraan pada Jumat sore waktu setempat dan kembali ke Beijing.






