Breaking News
Live Update Berita Terkini

Warga Jakarta Mulai Beralih ke Pertalite Usai Harga Pertamax Naik

Rabu, 10 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Arsip Foto - Pengendara antre untuk mengisi BBM di SPBU Pertamina di Duren Sawit, Jakarta, Senin (4/5/2026). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj)
Dengarkan dgn suara Siap
4.8K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax mendorong sejumlah warga Jakarta Selatan mempertimbangkan beralih ke Pertalite guna mengurangi beban pengeluaran sehari-hari.

Salah seorang warga Kebayoran Baru, Risky (25), mengaku terkejut setelah mengetahui adanya kenaikan harga Pertamax yang mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026). Informasi tersebut pertama kali ia peroleh melalui media sosial.

“Saya kaget karena tidak ada informasi sebelumnya. Tadi pagi baru tahu dari media sosial kalau harga Pertamax naik. Kenaikannya juga cukup besar, hampir Rp4.000 per liter,” ujar Risky saat ditemui di SPBU kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan.

PT Pertamina (Persero) diketahui melakukan penyesuaian harga sejumlah BBM non-subsidi mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Meski masih menggunakan Pertamax sesuai rekomendasi untuk kendaraannya, Risky mengaku akan mempertimbangkan penggunaan Pertalite apabila harga BBM non-subsidi bertahan pada level saat ini dalam jangka waktu panjang.

“Untuk sekarang masih menggunakan Pertamax karena sejak awal motor saya memang memakai jenis BBM itu. Namun jika kondisi seperti ini terus berlangsung, saya bisa saja beralih ke Pertalite,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga BBM berdampak langsung terhadap kondisi keuangan rumah tangga. Ia setiap hari menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian dari Kebayoran Baru menuju Tangerang Selatan.

“Pasti berpengaruh terhadap pengeluaran. Dengan kondisi pendapatan saat ini, biaya BBM menjadi salah satu kebutuhan rutin yang cukup besar karena setiap hari harus mengisi bahan bakar,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan di salah satu SPBU kawasan Radio Dalam, antrean kendaraan di jalur pengisian Pertalite terlihat lebih ramai dibandingkan jalur Pertamax. Sejumlah pengendara tampak memilih mengisi BBM subsidi tersebut, sementara antrean di dispenser Pertamax relatif lebih lengang.

Kondisi ini mengindikasikan adanya perubahan preferensi masyarakat dalam memilih bahan bakar, seiring kenaikan harga BBM non-subsidi yang dinilai cukup signifikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.