JAKARTA (kabarpublik.id) – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit yang kerap disebut sebagai “super flu”.
Meski hingga kini belum ada laporan resmi mengenai masuknya penyakit tersebut ke Indonesia, langkah pencegahan dinilai tetap penting.
“Informasi penularannya memang belum masuk ke Indonesia, tetapi kewaspadaan harus tetap dijaga,” ujar Rano Karno, Senin (5/1/25).
Istilah super flu bukanlah terminologi medis resmi. Sebutan ini digunakan untuk menggambarkan jenis flu dengan gejala lebih berat, tingkat penularan lebih cepat, atau dampak yang lebih luas dibandingkan flu musiman pada umumnya.
Rano Karno menekankan, masyarakat dapat melakukan pencegahan sederhana, seperti menggunakan masker saat bepergian, terutama di tempat umum dan area padat. Menurutnya, penyakit menular berpotensi masuk melalui mobilitas manusia lintas negara.
“Penyakit seperti ini biasanya bersifat penyakit pendatang,” katanya.
Selain imbauan kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan meningkatkan kewaspadaan dengan memantau wisatawan maupun warga yang kembali dari perjalanan luar negeri.
Pemantauan akan dilakukan saat kedatangan di bandara sebagai bagian dari prosedur rutin yang diperketat.
“Setiap warga yang pulang dari luar negeri akan tetap dipantau saat tiba di bandara. Ini sebenarnya kegiatan rutin, namun tingkat kewaspadaannya akan kita tingkatkan,” pungkas Rano Karno.







