MEDAN (kabarpublik.id) – Uly Rias Pengantin menggelar pelepasan siswa kelas pemula gelombang ke-9 khusus makeup dan hairdo di Hotel Grand Mercure Medan, Senin (25/5/26). Sebanyak 50 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan tersebut sebagai penutup pelatihan intensif tata rias pengantin dan tata rambut.
Peserta berasal dari sejumlah daerah, seperti Bogor, Majalengka, Pekanbaru, Samarinda, Balikpapan, hingga Bangka Belitung. Dalam ujian praktik, masing-masing peserta membawa model sendiri untuk menampilkan hasil riasan dan hairdo yang telah dipelajari selama pelatihan.
Owner sekaligus mentor Uly Rias Pengantin, Roida Uli Silitonga, mengatakan penilaian peserta difokuskan pada kemampuan teknik dan kerapian hasil akhir.
“Untuk makeup, penilaian meliputi detail alis, pemasangan bulu mata, hingga lipstik. Sedangkan hairdo dinilai dari bentuk, simetri, dan kerapian,” ujarnya.
Menurut Roida, standar pengerjaan rias pengantin lengkap dengan hairdo ditargetkan selesai dalam waktu sekitar empat jam. Standar tersebut menjadi tolok ukur kesiapan peserta sebelum terjun ke dunia kerja profesional.
Ia juga mengungkapkan minat masyarakat terhadap pelatihan makeup dan hairdo terus meningkat di setiap gelombang. Namun, jumlah peserta dibatasi maksimal 50 orang menyesuaikan kapasitas pelatihan.
“Peminatnya selalu banyak dan sering melebihi kuota, sehingga sebagian harus menunggu gelombang berikutnya,” katanya.
Selain menghadirkan mentor internal, pelatihan juga melibatkan narasumber profesional untuk materi makeup. Sementara materi hairdo diajarkan langsung oleh mentor utama.
Roida menegaskan program tersebut tidak hanya fokus pada keterampilan tata rias, tetapi juga memiliki misi sosial untuk memberdayakan perempuan dan membantu mengurangi pengangguran.
“Harapannya, keterampilan makeup dan hairdo bisa menjadi peluang usaha dan sumber penghasilan bagi para peserta,” ungkapnya.
Sementara itu, penguji kegiatan, Okky Chandra, mengapresiasi pelatihan yang dinilai mampu melahirkan banyak penata rias baru di industri kecantikan.
“Program ini sangat baik karena menciptakan MUA baru sekaligus mendukung perkembangan UMKM dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Menurut Okky, aspek utama yang harus dimiliki seorang makeup artist adalah kerapian dalam bekerja.
“Kerapian itu wajib. Cantik itu relatif, tetapi hasil riasan harus rapi dan sesuai porsinya,” tegasnya.
Salah satu peserta asal Cibinong, Bogor, Olin Manalu, mengaku sengaja datang ke Medan untuk memperdalam kemampuan makeup profesional. Ia berharap dapat sukses berkarier di industri kecantikan.
“Saya ingin menjadi penata rias yang sukses dan dikenal luas,” katanya.
Peserta lainnya, Mei Hutasoit asal Balikpapan, Kalimantan Timur, juga memilih belajar di Medan karena tertarik dengan karakter khas makeup Batak.
“Saya ingin mempelajari teknik makeup Batak yang memiliki ciri khas kuat,” ujarnya.
Mei mengaku telah memiliki usaha salon di Balikpapan dan berencana menambah layanan makeup pengantin setelah menyelesaikan pelatihan.
Dengan berakhirnya pelatihan gelombang ke-9, Uly Rias Pengantin menegaskan komitmennya untuk terus mencetak tenaga kerja terampil di bidang tata rias serta mendukung pertumbuhan industri kreatif di Indonesia.






