Breaking News
Live Update Berita Terkini

Udara Jakarta Rabu ini Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif

Rabu, 1 Jul 2026
Editor: Jamalul Insan
Ilustrasi - Sejumlah warga mengenakan masker saat berada di Stasiun KA Manggarai, Jakarta. (ANTARA FOTO)
Dengarkan dgn suara Siap
3K pembaca
JAKARTA  (Kabarpublik.id) – Kualitas udara Jakarta pada Rabu pagi, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Indeks kualitas udara (AQI) kota metropolitan itu berada di angka 109. Kondisi itu menjadikan udara Jakarta masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Masyarakat pun dianjurkan untuk menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan.

Adapun, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Lahore, Pakistan dengan indeks kualitas udara di angka 167.

Kemudian di urutan kedua diikuti Kumpala, Uganda dengan indeks kualitas udara di angka 161, dan di urutan ketiga diikuti Kinshasa, Republik Demokratik Kongo dengan indeks kualitas udara juga di angka 161.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan tiga strategi utama yang tengah dijalankan untuk memperbaiki kualitas udara.

Pertama yakni perluasan jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, hingga rencana pembukaan rute baru Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan Pemprov DKI.

Bahkan, Pemprov DKI telah menerbitkan aturan terkait pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.

Saat ini, konektivitas transportasi Jakarta telah mencapai 92 persen, menempatkan Jakarta di posisi ke-17 dunia dan peringkat kedua di ASEAN setelah Singapura.

Lebih lanjut, sektor transportasi saat ini menyumbang 50 persen emisi gas buang di Jakarta. Karena itu, Pramono pun telah menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030.

“Kalau itu bisa dilakukan, secara signifikan akan mengurangi kontribusi terhadap emisi itu,” kata Pramono saat menghadiri acara Townhall Meeting yang membahas isu dan solusi mengatasi polusi udara di Melting Pop, M Bloc, Kebayoran Baru, Selasa (10/2).

Selain transportasi, sektor pengelolaan sampah juga menjadi perhatian Pemprov DKI dengan mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah ITF (Intermediate Treatment Facility) di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat. Proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini.

“Kalau itu bisa dilakukan, maka kontribusi yang signifikan akan mengurangi atau menurunkan kontribusi emisi yang ada di Jakarta,” tandasnya. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.