Laporan : Ifan Saluki
Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] – Pemerintah Kota Gorontalo kembali menorehkan prestasi gemilang dalam mengendalikan kemiskinan ekstrem yang merupakan isu strategis nasional diharapkan mendekati 0 persen di tahun 2024.
Kerja keras Pemerintah Kota Gorontalo dalam menekan angka kemiskinan berbuah manis. Pemerintah pusat memberikan apresiasi atas pencapaian itu dengan memberikan dana insentif fiskal sekitar Rp 5,9 Mliyar.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin kepada Wakil Wali Kota Gorontalo Ryan F. Kono pada kegiatan Rapat Koordinasi Nasional dan Penyerahan Insentif Fiskal Kategori Kinerja Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun Berjalan 2023, di istana Wakil Presiden, Kamis (09/11/2023).
“Atas nama Pemerintah Kota Gorontalo, saya bersama bapak Wali Kota Gorontalo menyampaikan terima kasih atas kerjasama semua pihak selama ini. Penghargaan ini menjadi bukti, bahwa program yang dilaksanakan pemerintah terterima di hati masyarakat” tulis Wawali Ryan melalui pesan singkat Whatsapp.
Sementara itu, Wali Kota Gorontalo Marten Taha mengatakan pencapaian ini bukan hanya karena kinerja Pemkot, tapi ini adalah hasil dari kolaborasi dengan berbagai pihak yang terjalin dengan maksimal.
“Penghargaan ini membuktikan kalau program kita tepat sasaran, on the track, karena data yang kita kantongi tervalidasi dengan baik. Jaminan sosial yang kita salurkan dimaksimalkan dengan baik oleh para KPM, karena mendapat pendampingan dari OPD terkait,” kata Marten.
Dijelaskan Marten, upaya penanganan yang dilakukan melalui pemberian jaminan sosial kepada warga yang masuk kategori miskin, meningkatkan perekonomian melalui UMKM, baik dengan cara memfasilitasi permodalan bagi UMKM, meningkatkan kapasitas UMKM, memberikan tambahan modal usaha.
Menurut Wali Kota 2 periode tersebut, sektor ekonomi wajib ditingkatkan, karena jika sektor ekonomi meningkat, akan otomatis berpengaruh kepada peningkatan pendapatan warga.
“Kemiskinan ekstrem kita turun lagi, yang tadinya 0,46 persen, kini tersisa 0,37 persen” ungkap Marten.
Tidak hanya kemiskinan ekstrem, isu strategi nasional lainnya, seperti inflasi dan stunting juga terus mendapat perhatian Pemerintah Kota Gorontalo, meski saat ini tengah melakukan recovering pasca dihantam pandemi.
“Semua akan tertangani dengan kolaborasi dan inovasi. Kita harus lebih berkinerja lagi, jangan sampai penghargaan ini membuat kita terbuai,” jelasnya
Langkah Pemerintah Kota Gorontalo untuk penghapusan kemiskinan dikuatkan dengan terbitkannya Surat Keputusan (SK) Wali Kota Nomor 36/2/I/ 2023 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kota Gorontalo Tahun 2023.






