Laporan : Yadi
Editor : YR
MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Sekretariat Daerah Provinsi Maluku Utara melaksanakan kolaborasi antar pemerintah tiga daerah melalui “KAPITA” untuk kesejahteraan, sekaligus melaunching data potensi investasi “KAPITA” dengan Barcode atau QR – code.
Kolaborasi ini merupakan salah satu terobosan dari Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir yang sebelumnya menjadi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional atau PKN Tingkat I Angkatan LAN RI Tahun 2022.
“Kegiatan kita ini kan merupakan sebagai syarat pendidikan, tapi sistem pendidikan saat ini, yaitu sistem pendidikan bagaimana kita mendorong inovasi, karena pemerintah saat ini sedang giat – giat mendorong inovasi untuk bagaimana memajukan masyarakatnya,” ucapnya di Royal Resto Ternate, Selasa, 15 November 2022.
Oleh karna itu, salah satu dari syarat pendidikan ini adalah Samsuddin menyebutkan, pihaknya membuat inovasi, dalam hal ini adalah proyek perubahan kolaborasi antar tiga pemerintah daerah bersikap “KAPITA” ini.
“Ini adalah bagian dari upaya yang kita lakukan bagaimana mendorong kerjasama antar Kabupaten Kota yang ada di Maluku Utara untuk saat ini dapat melakukn kerjasama. Sebenarnya sudah ada banyak kerjasama-kerjasama bilateral yang perna dilakukan diantara satu Kabupaten dengan Kabupaten yang lain,” ungkapnya.
“Tapi memang yang kita harapkan ini adalah kolaborasi secara keseluruhan yang istilahnya seperti penggabungan kekuatan, yaitu untuk mendorong. Maka dari itu, kita berharap nanti ini tidak berhenti, karena sebagai syarat, sebab kita sudah melaksanakan,” tambah Samsuddin lagi.
Disebutkan, dirinya juga memberikan apresiasi kepada semua stekholder dari Kabupaten Kota, karena sangat bersemangat. Mudah – mudahan juga bisa mendorong ini untuk mencapai kesejahteraan di Provinsi Maluku Utara dengan melakukan open data masing – masing daerah.
Lebih lanjut, karena dengan data itulah bisa mengetahui dimana potensi-potensi yang perlu dikembangkan. Kalau seandainya kita open data kebutuhan ditempat tersebut berarti potensi untuk satu daerah memasukkan barang disana.
“Kalau open data menunjukkan bahwa ditempat tersebut ada surplus berarti potensial ada barang yang bisa didorong ketempat yang lain. Nah,ini kalau kita biyarkan atau tinggalkn seperti itu, kita tidak manfaatkan kan sayang,” ujarnya.
Disentil sektor unggulan apa – apa saja yang di dorong Samsuddin menyatakan, karena saat ini sebagai langkah awal jangka pendek itu adalah pertanian, perikanan dan parawisata. Tiga sektor ini sebenarnya sudah merupakan sektor yang digeluti oleh masyarakat secara tradisional sejak lama.
“Perikanan dn pertanian sudah pasti, parawisata juga memang ada kelompok – kelompok masyarakat tertentu, khususnya ditempat – tempat wisata, itu belum disentuh oleh pemerintah juga banyak menyediakan wisata – wisata secara mandiri. Itu juga sudah merupakn eksen masyarakat kita untuk bergerak di sekor – sektor tersebut,” tutur Samsuddin.
Selanjutnya, oleh karena itu, butuh dorongan dari kita pemerintah untuk mendorong dan yang perlu dilakukn itu adalah dikolaborasikan antara satu dengan yang lain. Kemudian untuk respon dari 3 pemerintah daerah,seperti Ternate, Halbar, dan Tidore ia mengatakan, semua mendukung.
Sebab sudah dilaksanakan tahapan – tahapan kegiatan kemarin, dimulai dengan pendataan potensi yang dilakukan oleh teman – teman dari internal dan tim internal provinsi.Setelah mereka turun dan mendapatkan data, data itu dibahas dalam FPD dari masing-masing Kabupaten Kota.
“Dan itu kita kumpulkan semua secara bersama – sama untuk kita bahas apa yang kita punyai saat ini. Kemarin kita juga telah melaksanakan Worshop. Dari kementerian juga memberikan pematangan terhadap tiga aspek ini. Dan kita berharap, setelah ini kita melaksanakan memorandum of understanding atau MoU dan perjanjian kerjasama atau PKS.Mudah-mudahan itu dilaksanakan,” harapnya mengakhiri. #[KP]







