Laporan : Ati Modjo
Editor : YR
JAKARTA [kabarpublik.id] – Dalam ajaran agama Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menyayangi dan menyantuni anak yatim. Memberikan santunan anak yatim merupakan tindakan yang mulia dan mendatangkan berbagai pahala, hal ini menjadi salah satu tindakan yang banyak dipilih sebagian orang untuk menyalurkan harta kekayaannya di jalan Allah SWT, yaitu dengan memberikan bingkisan, dan memberikan sejumlah uang kepada anak yatim.
Demikian juga dengan Yayasan Masjid Nurul Ikhsan dan Majelis Taklim Al Akhwat yang melaksanakan acara santunan anak yatim pada hari Sabtu, 20 Agustus 2022, bertempat di Mesjid Nurul Ikhsan, Jalan Raya Cipinang Jaya Jakarta, yang dihadiri oleh Ketua Yayasan Nurul Ikhsan, H. Dadan Wildan, Ustadz Ahmad Itqonul Himam Rantau, LC.MA, Ustadz Lukman selaku koordinator anak yatim Yayasan Masjid Nurul Ikhsan, Hj. Komariah Thoha selaku Dewan Penasehat Yayasan Nurul Ikhsan dan Majelis Taklim Al Akhwat Cipinang Muara Jakarta, Hj. Euis Rusanto selaku Ketua Majelis Taklim Al Akhwat, Ibu Ibu-ibu pengurus dan anggota Majelis Taklim Akhwat, anak yatim dari Majelis Taklim Al Akhwat, serta para undangan dan para ibu pendamping anak yatim.
Sebelum acara tausiyah dan santunan, hadirin dan semua anak yatim membacakan ayat suci Al Qur’an secara bersama yakni membaca surat Adh-Dhuha, Surat Al-Maun, Surat Al Ikhlas, Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas yang dipimpin oleh Ustadz Ahmad Itqonul Himam Rantau.

Dalam Tausiyahnya Ustadz Ahmad mengatakan “Menyantuni anak yatim adalah perintah Allah dan sangat disukai oleh Nabi Muhammad SAW”. “Di bulan Muharram, menyantuni anak yatim memang menjadi sebuah keutamaan, walaupun sebenarnya kita bisa melakukannya kapan saja kita bisa dan memiliki kemampuan”, ujar Ustadz Ahmad.
Untuk itu, jangan sampai kita menjadi orang-orang yang malah justru mendzalimi anak yatim dan mengambil harta mereka untuk kepentingan diri sendiri. “Selama hidupnya, Rasulullah SAW senantiasa menyantuni, mengasihi, dan memberikan bantuan kepada anak yatim, sehingga mereka tetap memiliki sosok dan nafkah dari seorang Ayah”, kata Ustadz Ahmad.
Dalam sambutannya sebagai ketua yayasan masjid Nurul Ikhsan, H. Dadan Wildan menyatakan menyantuni anak yatim adalah perintah Allah SWT dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW serta diriwayatkan di dalam al-Qur’an dan hadist.
“Selain menjalankan perintah Allah dan Rasulullah, serta memenuhi hak anak yatim, memberi santunan juga meningkatkan keimanan setiap muslim, “ kata H. Dadan yang juga berharap kegiatan santunan ini dapat rutin diadakan minimal setahun dua kali.
“Hal ini bisa membawa manfaat yang besar bagi anak-anak yatim disekitar Masjid, walaupun belum seratus persen bisa dibantu kebutuhan sehari-hari mereka, minimal kita dapat menyisihkan sebagian rezeki kita penghasilan kita secara rutin’’, pungkas H. Dadan.
Adapun jumlah anak yatim yang disantuni sejumlah 40 orang anak yatim dari Yayasan Masjid Nurul Ikhsan dan 30 orang dari Majelis Taklim Al Akhwat yang dipimpin oleh Ibu Hj. Euis Rusanto. Anak-anak yatim yang bersuka cita itu menerima bingkisan berupa sejumlah uang, goodybag berisikan makanan lunch box, snack, biscuit, kue, dan susu.

Menurut Hj. Euis Rusanto selaku ketua Majelis Taklim Al Akhwat yang melatar belakangi diadakannya acara santunan anak yatim ini adalah bertepatan dengan bulan Muharram, ingin membahagiakan anak yatim sesuai dengan perintah Allah untuk selalu melindungi dan menyantuni anak yatim dan juga dalam rangka bersyukur pada Allah atas nikmat yang telah dianugerahkan pada kita.
Kepada media, Hj. Euis juga berharap “Anak-anak yatim yang menerima santunan kelak menjadi anak soleh dan solehah, menjadi anak yang bertakwa, sukses di dunia dan akhiraat”.
“Ibu-ibu nya juga menjadi ibu-ibu yang solehah yang dapat membimbing putra putrinya menjadi anak soleh solehah dan sukses kelak, kepada para donatur Majelis Taklim Al Akhwat mengucapkan terimakasih, semoga Allah SWT akan membalas apa yang didermakan untuk anak yatim. Amiin Yaa Robb”, ujar Hj. Euis. #[KP]







