Dalam pemeriksaan tersebut, pasangan suami istri ini dicecar sebanyak 30 pertanyaan oleh tim penyidik guna mengklarifikasi hubungan kerja sama mereka dengan agensi travel bermasalah tersebut.
”Tadi ada 30 pertanyaan dan semuanya berjalan lancar, tidak ada apa-apa. Kita sudah memberitahukan apa yang kita tahu dan menyerahkan semua persiapan (dokumen), seperti surat-surat kontrak,” kata Cut Meyriska usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jumat.
Cut Meyriska menjelaskan bahwa keterikatan mereka dengan pihak travel terjadi pada tahun 2024 untuk satu kali perjalanan umrah bersama keluarga. Ia menegaskan hubungan kerja tersebut murni berbasis kerja sama promosi (barter konten) dan tidak menerima uang saku tambahan.
”Sistemnya barter foto dan video, pure konten. Tapi kami juga ada yang berbayar karena perginya sekeluarga, seperti untuk anak aku. Tadi sudah ditunjukkan semua bukti transfer kekurangan bayar dan kontraknya ke penyidik,” ujarnya.
Sementara itu, Roger Danuarta mengungkapkan bahwa mereka awalnya tidak mengenal langsung pemilik travel tersebut, melainkan mendapat rekomendasi dari teman sejawat sebelum akhirnya ditawari (di-approach) oleh pihak travel untuk diberangkatkan.
Roger mengaku terkejut saat mengetahui travel yang pernah mereka gunakan kini tersandung kasus hukum. Padahal, sebelum menerima tawaran, ia telah memastikan bahwa agensi tersebut memiliki rekam jejak yang legal dan terpercaya.
”Kami sudah cek, travel ini sudah akreditasi B dan mendapatkan rekor MURI. Kami juga tanya jamaah yang berangkat sebelumnya, mereka semua senang. Pada akhirnya seperti ini, kami tidak tahu apa-apa. Makanya kami bantu sebisa mungkin memberikan keterangan ke polisi,” tutur Roger.
Pasangan ini pun menyampaikan rasa prihatin dan simpati yang mendalam kepada para jemaah yang menjadi korban gagal berangkat. Mereka berharap proses hukum ini dapat segera memberikan titik terang dan keadilan bagi seluruh korban.
”Kami memakai kesempatan ini untuk mengucapkan bahwa kami bersimpati sama yang dialami oleh para jemaah. Kasihan sama jemaah yang belum berangkat. Semoga semuanya bisa mendapatkan keadilan dan jalan yang terbaik,” kata Roger. (ant)






