JAKARTA (kabarpublik) – Soal tim restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan tidak terlibat, meski tim itu melibatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan Dewan Ekonomi Nasional.
Menurut Purbaya, proses restrukturisasi itu sebaiknya memang diselesaikan secara business to business (B2B), melibatkan pihak-pihak yang terkait langsung.
Seperti diketahui, sebelumnya Pemerintah Indonesia dan China sepakat merestrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga tenor 60 tahun.
“Sebisa mungkin saya nggak ikut, biar aja mereka yang menyelesaikan secara business to business. Berarti ini top,” kata Purbaya, kepada wartawan, di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (24/10/2025).
Saat ditanya apakah akan ikut ke China bersama rombongan restrukturisasi utang KCJB, Purbaya hanya akan menyaksikan. “Paling hanya menyaksikan saja. Kalau mereka sudah putus kan udah bagus, top,” katanya.
Sementara menyangkut arah kebijakan atau masukan dari Kementerian Keuangan kepada Danantara, Purbaya tidak menjawab panjang lebar. “Seperti kemarin-kemarin lah, udah mantap itu,” tukasnya.
Pada bagian lain, Chief Operation Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, sebelumnya merespons kabar soal Indonesia dan China sepakat merestrukturisasi utang KCJB hingga 60 tahun.
Menurut dia, akan ada tim tersendiri untuk menyelesaikan restrukturisasi itu, melibatkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.
“Nanti kan ada tim. Kalau Danantara lebih pada korporasi ya. Kita terus bernegosiasi,” jelasnya, secara terpisah.





