Laporan : Iswadi
Editor : YR
MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Pemanfaatan energi fosil sebagai sumber energi terus mengalami peningkatan seiring meningkatnya jumlah penduduk. Sementara itu ladang minyak dan gas (Migas) yang baru belum ditemukan lagi.
Oleh karena itu perlu dipikirkan adanya sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.
Hal itu disampaikan Reformer Sri Komala, SP, MP peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2022 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Maluku Utara dalam acara Sharing Knowledge Pusat Informasi Jejaring Pengembangan Energi Nabati (PUISI JENG GINA). Sabtu (31/12/2022)
Acara tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor BPDAS-RH Akemalamo Ternate pada Kamis (29/12/2022) dengan pemateri Ir. Lily Ishak, M.Si, M.Nat.Res, Ph.D (Dekan Fakultas Pertanian Unkhair Ternate). Bertindak sebagai moderator adalah Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara Achmad Zakih, S.Hut, M.Si. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan SKPD terkait lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara serta kepala KPH Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara.
Dalam pemaparannya Doktor Lily menjelaskan, Maluku Utara memiliki tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi nabati. Salah satu diantaranya adalah tanaman Capilong.
Tanaman yang biasa juga didikenal dengan Nyamplung ini tumbuh liar diwilayah Provinsi Maluku Utara. Tanaman Capilong memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi”Ucapnya
Lanjutnya, tanaman ini Apabila dikelola dengan baik dan benar, capilong tidak hanya bisa untuk sumber energi nabati melainkan juga bisa sebagai bahan dalam industri farmasi dasar kosmetik maupun sebagai bahan obat-obatan karena mengandung senyawa antioksidan yang dapat mematikan virus maupun mikroba berbahaya.
Doktor Lily juga menambahkan,Sebaran Tanaman Capilong dalam wilayah Pulau terdapat dibeberapa pesisir pantai Di Kita Termate.

“Tanaman ini bisa tumbuh di daerah pesisir seperti di Kastela, Rua, Afetaduma, Togafo, Takome, Sulamadaha, Tobololo, Bula, Kulaba dan Tafure dengan total pohon kurang lebih 627 pohon,”Tuturnya
Doktor Lily juga menjelaskan, Satu pohon menghasilkan buah bisa mencapai 10 ribu buah untuk dua kali masa berbuah setiap tahun.
“Kandungan minyak dalam buah Capilong cukup besar. Apabila diproses secara baik, kandungan minyaknya bisa mencapai 70 persen. Dimana untuk tiga (3) Kilogram biji capilong bisa menghasilkan minyak sekitar satu (1) liter.,”Imbuhnya
Para Kepala KPH yang hadir juga menyampaikan bahwa pada wilayah kerja mereka masing – masing terdapat potensi Capilong yang bisa dikelola.
Karena itu mereka berkomitmen untuk ikut mensosialisasikan potensi Capilong ini kepada masyarakat di wilayahnya masing – masing agar pada jangka panjang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif serta memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat sekitar. #[KP]





