Breaking News
Live Update Berita Terkini

Rapat TPID Triwulan III, Ini Strategi Walikota Gorontalo Kendalikan Inflasi

Senin, 4 Okt 2021
Editor:
Walikota Gorontalo Marten Taha saat memimpin Rapat TPID Triwulan III.
Walikota Gorontalo Marten Taha saat memimpin Rapat TPID Triwulan III.
Dengarkan dgn suara Siap
5.2K pembaca

Laporan : Ifan S. Saluki
Editor : YR

GORONTALO [kabarpublik.id] – Walikota Gorontalo Marten Taha mengatakan bahwa pengendalian inflasi sangat penting dilakukan. Sebab, hal tersebut untuk menjaga tingkat daya beli masyarakat, agar tidak terlalu terpuruk ketika bahan pokok akan naik.

Hal itu disampaikannya usai mengikuti Rapat Koordinasi TPID Kota Gorontalo terkait evaluasi perkembangan inflasi Triwulan III tahun 2021, bertempat di Aula Kantor Wali Kota Gorontalo, Senin (04/10/2021).

“Jika inflasi tinggi maka harga barang-barang pun akan naik. Kalau naik harga barang maka akan mengakibatkan daya beli masyarakat akan turun, dan ini yang akan kita kendalikan,” ucapnya

“Dan Alhamdulillah selama dua tahun berturut-turut Pemerintah Kota Gorontalo mampu melakukan pengendalian, sehingga memperoleh apresiasi berupa penghargaan TPID Award tahun 2021 yang merupakan kinerja tahun 2020,” tambah Walikota

Dalam melakukan pengendalian, Walikota Marten menerapkan kebijakan strategi 4K yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.

“Untuk strategi ketersediaan pasokan ini, kita selalu menjaga bahan-bahan pokok oleh masyarakat agar tetap tersedia di pasar,” ujarnya.

Kemudian untuk keterjangkauan harga kata Marten, pihaknya akan melakukan intervensi jika terjadi kenaikan harga barang-barang. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat mampu menjangkau harga-harga kebutuhan pokok yang ada di pasar

“Misalnya harga beras naik, kita masukkan beras bulog, sehingga harga tersebut bisa stabil kembali,” ucapnya.

“Dan strategi selanjutnya yakni kelancaran distribusi ini perlu kita dijaga agar masyarakat bisa memperoleh harga barang-barang dan bahan pokok yang wajar,” sambung Marten Taha.

Dan strategi yang terakhir yaitu komunikasi yang efektif. Menurutnya, komunikasi dengan para pelaku pengambil kebijakan perlu dilaksanakan, agar semua tahu apa yang perlu di kerjakan, dan rekomendasi – rekomendasi apa yang perlu dijalankan, sehingga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi bisa berjalan dengan baik.

“Untuk itu, di tahun 2021 ini In Syaa Allah kami tetap menggunakan strategi 4K dan rekomendasi yang disampaikan oleh Bank Indonesia (BI) tadi agar lebih banyak menggunakan platform digital dalam hal pemasaran ke masyarakat, akan kita lakukan. Mudah-mudahan hal itu semua menempatkan Kota Gorontalo bisa lagi menjadi TPID berkinerja terbaik tahun ini,” pungkasnya #[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.