Breaking News
Live Update Berita Terkini

Pusterad Gelar MTT 2026 di Magelang, Tingkatkan Profesionalisme Danramil dan Babinsa

Senin, 20 Apr 2026
Editor: Eky
Pusterad menggelar kegiatan Mobile Training Team (MTT) Tahun Anggaran 2026 yang di ikuti oleh 200 peserta, terdiri dari 50 Komandan Koramil (Danramil) dan 150 Bintara Pembina Desa (Babinsa) jajaran Kodam IV/ Diponegoro. Kegiatan ini berlangsung di Aula A. Yani Rindam IV/Diponegoro, Magelang, Jawa Tengah, Senin (20/4/26). (Sumber: Pen Pusterad)
Dengarkan dgn suara Siap
35.1K pembaca

MAGELANG (kabarpublik.id) – Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) menyelenggarakan kegiatan Mobile Training Team (MTT) Tahun Anggaran 2026 yang diikuti 200 peserta, terdiri dari 50 Komandan Koramil (Danramil) dan 150 Bintara Pembina Desa (Babinsa) jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Kegiatan berlangsung di Aula A. Yani Rindam IV/Diponegoro, Magelang, Jawa Tengah, pada Senin (20/4/26) dan dijadwalkan hingga 25 April 2026.

Amanat Komandan Pusterad yang dibacakan oleh Kolonel Inf Ahmad Basuki, S.I.P., menyebutkan bahwa MTT bertujuan untuk membekali, memelihara, serta meningkatkan profesionalisme Danramil dan Babinsa, khususnya bagi personel yang belum mengikuti pendidikan formal di Pusat Pendidikan Teritorial (Pusdikter).

Melalui materi yang mutakhir, kegiatan ini diharapkan mampu menyamakan visi, persepsi, dan langkah aparat kewilayahan sebagai ujung tombak TNI AD dalam pemberdayaan wilayah pertahanan darat di lingkungan Kodam IV/Diponegoro.

Peserta juga diimbau memanfaatkan pelatihan ini secara optimal dengan penuh kesungguhan dan dedikasi. Selain menyerap materi, peserta didorong aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman guna memperluas wawasan.

Sebagai aparat teritorial, Danramil dan Babinsa dituntut meningkatkan kemampuan deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi ancaman yang dapat mengganggu persatuan bangsa.

Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diimplementasikan di wilayah binaan masing-masing, dengan tetap berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI, serta menjaga kehormatan satuan dalam pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, tim pengajar diminta memberikan materi yang aplikatif dan relevan dengan tantangan di lapangan. Metode pembelajaran yang komunikatif dan interaktif diharapkan mampu meningkatkan kualitas aparat kewilayahan menjadi lebih andal, adaptif, dan dicintai rakyat.

No More Posts Available.

No more pages to load.