Breaking News
Live Update Berita Terkini

Portugal Dituntut Bangkit saat Hadapi Uzbekistan, Ronaldo dan Kohesi Tim Jadi Sorotan

Selasa, 23 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Grafik ilustrasi pertandingan Portugal melawan Uzbekistan pada penyisihan Grup K Piala Dunia 2026, yang dijadwalkan berlangsung di Stadion NRG, Houston, Texas, Amerika Serikat, Selasa (23/6/2026) waktu setempat. ANTARA INFOGRAFIK/Vintan Rahmadanti
Dengarkan dgn suara Siap
5K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Timnas Portugal menghadapi tekanan untuk segera bangkit saat berhadapan dengan Uzbekistan pada laga kedua Grup K Piala Dunia 2026. Setelah gagal meraih kemenangan pada pertandingan pembuka melawan Republik Demokratik Kongo, perhatian kini tertuju pada performa Cristiano Ronaldo dan soliditas permainan tim.

Sorotan terhadap Ronaldo semakin besar setelah Lionel Messi tampil impresif di Piala Dunia 2026. Kapten Argentina itu terus menambah koleksi golnya di ajang Piala Dunia, sementara Ronaldo masih kesulitan memberikan kontribusi maksimal bagi Portugal.

Pada laga kontra Kongo, Portugal tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 75,4 persen dan akurasi umpan 92,5 persen. Namun dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan efektivitas serangan.

Skuad asuhan Roberto Martinez hanya mampu mencatatkan tujuh tembakan dengan satu yang mengarah tepat ke gawang. Sebaliknya, Kongo mampu melepaskan delapan tembakan dan menciptakan peluang yang lebih berbahaya.

Data statistik menunjukkan Portugal juga kalah dalam nilai expected goals (xG). Kongo membukukan xG sebesar 0,87, sedangkan Portugal hanya 0,65. Hal ini mencerminkan rendahnya kualitas peluang yang berhasil diciptakan tim Eropa tersebut.

Ronaldo sendiri gagal memanfaatkan tiga peluang yang dimilikinya. Catatan xG sebesar 0,46 memperlihatkan bahwa striker Al Nassr itu belum mampu tampil efektif di depan gawang lawan.

Portugal Harus Lebih Tajam

Laga melawan Uzbekistan menjadi kesempatan bagi Portugal untuk memperbaiki performa. Kemenangan sangat penting untuk menjaga peluang lolos ke babak gugur, terlebih pada pertandingan terakhir mereka akan menghadapi Kolombia yang menjadi salah satu kandidat kuat dari Amerika Latin.

Meski berstatus debutan, Uzbekistan tidak bisa dipandang sebelah mata. Saat menghadapi Kolombia, mereka mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya dan mencetak satu gol meski akhirnya kalah 1-3.

Beberapa pemain Uzbekistan yang patut diwaspadai adalah gelandang Obatek Shukurov dan penyerang Abbosbek Fayzullaev. Keduanya menjadi motor permainan tim dalam membangun serangan maupun memberikan tekanan kepada lawan.

Portugal diperkirakan kembali menghadapi lawan yang bermain rapat dan mengandalkan serangan balik. Karena itu, efektivitas penyelesaian akhir menjadi faktor penting jika Selecao ingin meraih tiga poin.

Kohesi Tim Jadi Persoalan Utama

Masalah Portugal tidak hanya terletak pada ketajaman Ronaldo. Lini serang yang dihuni Joao Neves, Francisco Conceicao, Rafael Leao, Pedro Neto, Vitinha, Bruno Fernandes, dan Nelson Semedo dinilai belum menunjukkan koordinasi yang optimal.

Meski mampu mendominasi penguasaan bola, Portugal kerap kehilangan kreativitas di sepertiga akhir lapangan. Transisi permainan juga masih menjadi kelemahan yang membuat pertahanan mereka rentan ketika kehilangan bola.

Situasi tersebut membuat kontribusi para gelandang kreatif seperti Vitinha dan Bruno Fernandes belum mampu menghasilkan peluang berkualitas secara konsisten.

Menghadapi Uzbekistan, Portugal membutuhkan permainan yang lebih kompak dan efektif. Kohesi antarlini serta kemampuan memanfaatkan peluang akan menjadi kunci bagi pasukan Roberto Martinez untuk mengamankan kemenangan pertama mereka di Piala Dunia 2026.

Jika gagal memperbaiki performa seperti saat menghadapi Kongo, Portugal berisiko kembali kehilangan poin dan semakin menjauh dari status sebagai salah satu kandidat juara turnamen.

No More Posts Available.

No more pages to load.