Breaking News
Live Update Berita Terkini

Poin-poin Utama Nota Kesepahaman AS-Iran Menurut Media Iran

Senin, 15 Jun 2026
Editor: Jamalul Insan
Ilustrasi : Konflik Amerika Serikat dan Iran. /ANTARA
Dengarkan dgn suara Siap
8.4K pembaca

ISTANBUL  (Kabarpublik.id) – Media Iran pada Senin menerbitkan rincian draf nota kesepahaman berisi 14 poin antara Iran dan AS yang menjabarkan usulan kerangka kerja untuk mengakhiri perang dan bergerak menuju kesepakatan akhir.

Kantor berita semi-resmi Mehr mengatakan draf tersebut menyerukan penghentian perang segera dan permanen di semua front, termasuk Lebanon, pencabutan blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan periode negosiasi selama 60 hari yang mencakup masalah nuklir serta pencabutan sanksi.

Draf itu muncul setelah Iran mengatakan nota kesepahaman telah diselesaikan dan akan ditandatangani secara resmi pada Jumat di Jenewa, sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran telah selesai dan mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan “pencabutan segera” blokade Angkatan Laut AS.

Berikut adalah beberapa poin isu dalam kesepakatan tersebut:

  • Akhir perang dan komitmen AS
    Menurut Mehr, draf tersebut menyerukan penghentian segera dan permanen perang di semua front, termasuk Lebanon.
    Rancangan tersebut juga mencakup komitmen AS untuk tidak campur tangan dalam urusan internal Iran dan menghormati kedaulatan Republik Islam.
    Draf itu juga mensyaratkan AS untuk menarik pasukannya dari sekitar Iran dan menahan diri dari mengerahkan pasukan tambahan ke wilayah tersebut ataupun memberlakukan sanksi baru selama periode negosiasi.
  • Pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade
    Rancangan tersebut mengatur pencabutan penuh blokade angkatan laut AS terhadap Iran dalam waktu 30 hari. Dokumen itu juga menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari berdasarkan pengelolaan Iran.
    Mehr mengatakan rancangan tersebut mencakup mekanisme pemantauan untuk mengawasi pelaksanaan perjanjian.
  • Pencabutan sanksi dan aset beku
    Rancangan tersebut mengatur penangguhan sanksi atas penjualan sejumlah produk Iran termasuk minyak, produk petrokimia, dan turunannya dengan memberikan Teheran akses penuh ke proses keuangannya.
    Draf itu juga menyerukan pelepasan aset Iran yang dibekukan senilai 24 miliar dolar AS (Rp427 triliun/Rp17.700 per dolar AS) selama periode negosiasi 60 hari, dengan setengah dari jumlah tersebut akan tersedia untuk Iran sebelum dimulainya pembicaraan akhir.
    Menurut draf yang dilaporkan oleh Mehr, kesepakatan akhir akan mencakup pencabutan penuh sanksi primer dan sekunder AS serta penghentian resolusi Dewan Keamanan PBB dan Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional yang terkait.
  • Perundingan nuklir, batas terakhir Iran
    Draf tersebut menetapkan periode negosiasi 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir yang berfokus pada isu-isu nuklir dan pencabutan sanksi.
    Disebutkan bahwa Iran akan menegaskan kembali komitmennya berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) untuk tidak memproduksi senjata nuklir.
    Mehr mengatakan negosiasi akhir hanya akan berfokus pada nasib material yang diperkaya dan kegiatan pengayaan, pencabutan sanksi, dan rekonstruksi ekonomi Iran.
    Laporan tersebut menambahkan bahwa program rudal Iran dan dukungan untuk kelompok perlawanan “secara definitif” dikecualikan dari agenda negosiasi akhir.
  • Rencana rekonstruksi, kesepakatan akhir
    Draf tersebut mengharuskan AS dan sekutunya untuk menyampaikan rencana rekonstruksi untuk Iran senilai setidaknya 300 miliar dolar AS (Rp5.318 triliun/Rp17.700 per dolar AS).
    Disebutkan juga bahwa kesepakatan akhir akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB.
    Mehr melaporkan bahwa negosiasi akhir tidak akan dimulai sebelum setengah dari aset Iran yang dibekukan dilepaskan, sanksi terhadap minyak Iran ditangguhkan, dan blokade Angkatan Laut dicabut.

Perubahan menit-menit terakhir
Secara terpisah, Kantor Berita Tasnim, mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut mengatakan bahwa sejumlah perubahan terkini dimasukkan ke dalam draf pada menit-menit terakhir negosiasi, termasuk ketentuan yang berkaitan dengan administrasi Selat Hormuz.
Sumber tersebut menambahkan bahwa jaminan yang berkaitan dengan kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon juga dimasukkan pada tahap akhir dan berperan penting atas tidak dilaksanakannya balasan yang direncanakan Iran atas serangan Israel di Kawasan pinggiran selatan Beirut.

Sumber: Anadolu-OANA (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.