Hal itu dilaporkan media digital politik Amerika, Politico, pada Jumat, dengan mengutip dua pejabat pemerintahan Trump dan seorang diplomat yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menyerang Iran dengan sangat keras pada Kamis malam. Namun, kemudian Trump mengumumkan serangan udara tersebut telah dibatalkan.
Tak lama setelah Trump mengumumkan akan menyerang Iran, para pemimpin dari negara-negara Teluk dan Asia Selatan menghubunginya tanpa basa basi agar Trump segera mengubah keputusannya, demikian dilaporkan Politico.
Para pemimpin yang meyakinkan Trump itu ialah Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan, dan Kepala Staf Angkatan Darat dan Marsekal Lapangan Pakistan Asim Munir.
Masalah utama yang belum terselesaikan saat ini ialah pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade AS, kata sumber-sumber tersebut.
Pembicaraan damai antara AS dan Iran juga membahas soal pemberian akses terhadap Iran atas dana senilai lebih dari 16 miliar dolar AS (sekitar Rp286 triliun) yang disimpan di Qatar dan lokasi lain.
Trump mengatakan bahwa, menurut pemahamannya, pimpinan Iran telah menyetujui penandatanganan perjanjian dengan AS, sambil menambahkan bahwa kesepakatan tersebut dapat ditandatangani paling cepat akhir pekan ini di Eropa.
Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei juga mengonfirmasi draf nota kesepahaman dengan Amerika Serikat pada prinsipnya telah disepakati.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti (ant)




