JAKARTA (kabarpublik.id) – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia resmi meluncurkan tema dan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 pada Senin (13/4/26).
Peluncuran ini menjadi penegasan arah strategis Perpusnas dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai penggerak literasi dan pusat pengetahuan masyarakat.
Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan mengomunikasikan peran Perpusnas tidak hanya sebagai penyedia layanan, tetapi juga sebagai pilar pembangunan sumber daya manusia.
“Perpusnas berperan sebagai penggerak literasi nasional, penjaga pengetahuan bangsa, sekaligus bagian dari ekosistem pembangunan SDM Indonesia,” ujarnya.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Perpusnas memastikan layanan kepada masyarakat tetap optimal melalui penguatan kualitas layanan, baik secara fisik maupun digital.
Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto, menjelaskan bahwa berbagai kegiatan akan digelar untuk meningkatkan partisipasi publik.
“Pada 4–29 Mei 2026, masyarakat dapat mengikuti pameran perjalanan dan capaian Perpusnas, baik secara langsung maupun virtual, serta diskusi hibrida yang bersifat edukatif,” katanya.
Selain itu, Perpusnas juga akan menyelenggarakan webinar, lokakarya, serta Klinik Konsultasi yang memberikan layanan terkait akreditasi, sertifikasi, pengolahan RDA, hingga pengurusan ISBN dan ISSN.
Sebagai bentuk komitmen peningkatan literasi, Perpusnas terus memperkuat sejumlah program, seperti Relawan Literasi Masyarakat, Bantuan Bahan Bacaan Bermutu, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi, serta pengembangan perpustakaan di Sekolah Rakyat.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar, menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak mengurangi komitmen layanan literasi.
“Penguatan program literasi tetap dilakukan melalui kolaborasi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” jelasnya.
Logo HUT ke-46 Perpusnas yang dirancang oleh Prakas Agrestian mengusung konsep harmoni pengetahuan. Desain tersebut menampilkan simbol buku terbuka sebagai representasi akses informasi yang inklusif, dengan warna biru dan hijau yang melambangkan kepercayaan, pertumbuhan, dan keberlanjutan.
“Logo ini diharapkan menjadi semangat bersama dalam memperkuat budaya literasi. Perayaan ini bukan hanya milik Perpusnas, tetapi seluruh masyarakat,” ungkap Prakas.
Rangkaian peringatan HUT ke-46 Perpusnas akan berlangsung hingga puncaknya pada Hari Buku Nasional, 17 Mei 2026. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan bangsa.





