Laporan : Tim Kabar Publik (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba
KOTA GORONTALO [KP] – Curah hujan yang tinggi sejak Jumat, 3 Juni 2020 kemarin mengakibatkan daerah Kota Gorontalo dan Bone Bolango kembali dilanda banjir. Ancaman banjir juga terjadi hingga ke wilayah Asrama Polisi (Aspol) Polres Gorontalo Kota. Akibatnya, penghuni Aspol pun dievakuasi termasuk sejumlah sejumlah tahanan dipindahkan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami turut prihatin atas bencana banjir yang dialami oleh masyarakat Gorontalo khususnya di wilayah Kabupaten Bone Bolango dan juga Kota Gorontalo. Dampak banjir tersebut juga dialami oleh keluarga kami yakni warga Aspol Polres Gorontalo Kota dan juga Mapolres. Sebanyak 130 KK penghuni Aspol terpaksa diungsikan ketempat yang aman termasuk 31 tahanan Polres Gorontalo Kota yang juga dipindahkan guna menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan, demi keselamatan mereka,” ujar Kabid Humas Polda, AKBP Wahyu Tri Cahyono.
Wahyu katakan bahwa tahanan tersebut dipindahkan ke sejumlah rumah tahanan antara lain Rutan Polda, Rutan Polres Gorontalo dan Rutan Polsek.
“Ketiga puluh satu tahanan tersebut diamankan disejumlah Rutan yang dinilai aman antara lain di Rutan Polda sebanyak 8 orang, Rutan Polres Gorontalo sebanyak 5 orang, Rutan Polsek Kota Utara 4 orang, Rutan Polsek Barat 5 orang, Rutan Polsek Kota tengah 4 orang, dan Rutan Polsek KPG sebanyak 5 orang.
Mengejutkan lagi, kata Wahyu, akibat bencana banjir sejumlah fasilitas Polres tergenang oleh air hingga mencapai dada orang dewasa.

“Akibat banjir tersebut, sejumlah fasilitas di Aspol tergenang air hingga seukuran dada orang dewasa antara lain gesung logistik, TK Bhayangkari, Barak Samapta, Gedung Satpas SIM, jumlah kerugian diperkirakan lebih dari 1 Milyar rupiah. Bapak Kapolda berharap pihak Pemda bisa menyediakan lahan untuk memindahkan Makopolres dan juga Aspol ke tempat yang lebih layak dan jauh dari ancaman bencana,”ujar alumnus Akpol 98 ini.#[KP/HUMAS]








