KABARPUBLIK.ID – Kurikulum akan selalu berkembang, karena masyarakat sebagai kelompok manusia yang tumbuh kembang, perkembangan kurikulum mengikuti perkembangan zaman dan masyarakat, karena masyarakat menjadi sumber pengetahuan dan pengalaman. Pengetahuan dan pengalaman yang didapat dari masyarakat akan di jadikan satu dan di analisa terlebih dahulu sebelum dijadikan satu kurikulum. Untuk itu suatu institusi pendidikan harus menggunakan kurikulum sesuai dengan perkembangan zaman dan masyarakat. Jika kurikulum tidak mengikuti perkembangan, atau tertinggal dari perkembangan zaman dan masyarakat, masyarakat akan sulit untuk menerima lulusannya karena lulusannya tidak siap untuk mengabdi dan sulit beradaptasi di masyarakat.
Kurikulum merupakan komponen penting dalam pendidkan karena kurikulum sebagai sarana yang membawa pada pencapaian tujuan pendidikan. Tanpa kurikulum, pendidikan akan berjalan tidak sesuai dengan tujaunnya dan tanpa arah yang jelas sehingga tujuan pendidikan tidak akan tercapai secara efektif dan efisien. Lembaga pendidikan tidak boleh tidak memiliki kurikulum pendidikan agam yang mencakup demensi kognitif,efektif dan psikomotorik, serta nilai kultur, di smaping sesuai dengan perkembanagn zaman dan masyarakat. Sehingga pendidikan terus berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuan pendidikan, serta mampu menghadapi tantangan global dan memanfatkan era global yang terus berjalan. Pengembangan kurikulum pendidikan agama harus memperhatikan prinsip-prinsip yang ada sehingga perkembangannya dapat berjalan dengan baik, berjalan dijalur yang direncanaka, dan mencapai tujuan pendidikan yang baik. Pengembanagn bukan hal mudah, oleh karena itu memerlukan prinsip-prinsip yang komperehensif yang menjadi pemandu, pembimbing pengembangan kurikulum pendidikan agama islam.
Dalam kegiatan proses pembelajaran, kurikulum sangat dibutuhkan sebagai pedoman untuk menyusun target dalam prosse belajar mengajar. Karena dengan adanyakurikulum maka akan memudahkan setiap pengajar dalam prose belajar mengajar, maka dari itu kurikulum sangat penting dalam dunia pendidikan juga untuk mencapai tujuan dan perkembangan proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Seiring dengan perkembangan zaman dan selalu juga terjadi perkembangan kurikulum. Untuk itu kita harus mengikuti perkembangan zaman dan masyarakat supaya sutau sekolah tidak tertinggal zaman.
Kurikulum sebagai rencana pembelajaran. Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk membelajarkan siswa. Dengan program itu para siswa melakukan kegiatan belajar sehingga terjadi perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa, sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran. Dengan kata lain, sekolah menyediakan lingkungan bagi siswa yang memberikan kesempatan belajar. Itu sebabnya, suatu kurikulum harus disusun sedemikian rupa agar maksud dan tujuan tersebut dapat tercapai.
Proses Pengembangan Kurikulum terdapat tiga kegiatan yang selalu terkait dan tida dapat dipisahkan, yakni Desain, Implementasi, dan Evaluasi. Pengembangan Kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan (curriculum developer) dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Menurut Audrey Nicholls dan Howard Nicholls, sebagaimana dipahami oleh Oemar Hamalik, bahwa Pengembangan Kurikulum adalah perencanaan kesempatan-kesempatan belajar yang dimaksudkan untuk membawa siswa kea rah perubahan-perubahan yang diinginkan dan menilai sampai dimana perubahan dimaksud telah terjadi pada diri siswa.
Fungsi dasar dan landasan Pengembangan Kurikulum adalah seperti fondasi sebuah bangunan. Maksudnya berkualitas atau tidaknya kurikulum yang dirancang sangaat ditentukan oleh dasar pengembangan kurikulum yang kuat.
Ada empat tujuan pengembangan kurikulum yang substansial, yaitu:
- Merekontruksi Kurikulum Sebelumnya
- Menginovasi
- Beradaptasi dengan perubahan sosial (sisi positifnya)
- Mengeksplorasi pengetahuan yang masih tersembunyi berdasarkan tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan.
Dari pengembangan kurikulum harus berakar, namun harus juga berpucuk menjulang tinggi, terbanting, dan berdaun rindang. Berakar berarti tetap berpegang kepada falsafah bangsa dan menjulang berarti mengikuti perubahan dan pengembangan zaman.
Sukmadinata mengelompokkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum kedalam dua hal, yaitu:
- Prinsip Umum
- Prinsip Relevansi
Artinya pendidikan dipandang relevan jika hasil perolehan pendidikan itu bersifat fungsional. Ada dua macam relevansi yang harus dimiliki kurikulum yaitu relevansi keluar dan relevansi kedalam. Relevansi keluar, tujuan, isi dan kegiatan belajar harus relevan dengan tuntutan, kebutuhan, dan perkembangan masyarakat. Relevansi kedalam, adanya kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum, yaitu antara tujuan, isi, proses penyampaiandan penilaian menunjukkan keterpaduan kurikulum.
- Prinsip Efektifitas
Dalam sajian bidang pendidikan prinsip efektifitas ini dikaitkan dengan efektifitas guru mengajar dan efektifitas para murid belajar. Implikasi prinsip ini dalam pengembangan kurikulum ialah mengusahakan agar setiap kegiatan kulikuler menumbuhkan hasil tanpa ada kegiatan kulikuler membuahkan hasil tanpa ada kegiatan yang mubazir dan terbuang percuma.
- Prinsip Fleksibilitas
Artinya lenttur/tidak kaku dalam memberikan kebebasan bertindak. Maksudnya kebebasan dalam memilih program-program pendidikan bagi murid dan mengembangka program pendidikan bagi para guru.
- Prinsip Kontinuitas
Prinsip kontinuitas yaitu berkesinambungan, tidak terputus-putus atau berhenti-henti. Oleh karena itu, pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas dengan kelas lainnya, juga antara jenjang pendidikan dengan pekerjaan.
- Prinsip Praktis
Yaitu mudah dilaksanakan menggunakan alat-alat sederhana dan biayanya yang murah. Prinsip ini juga disebut prinsip efisien.
- Prinsip Khusus
- Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum atau berjangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek.
- Prinsip berkenaan dengan isi pendidikan
Memilih isi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang telah ditentukan para perencana kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa hal:
- Perlu penjabaran tujuan pendidikan/pengajaran ke dalam bentuk perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana.
- Isi bahan harus meliputisegi pengetahuan, sikap dan keterampilan.
- Unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis.
- Prinsip berkenaan dengan pemilihan belajar mengajar
Pemilihan proses belajar mengajar yang digunakan hendaknya memperlihatkan hal-hal sebagai berikut:
- Apakah metode/teknik belajar mengajar yang digunakan cocok untuk mengajar bahan pelajaran?
- Apakah metode/teknik tersebut memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga dapat melayani perbedaan individual siswa?
- Apakah metode/teknik tersebut memberikan urutan kegiatan yang bertingkat-tingkat?
- Apakah metode tersebut dapat menciptakan kegiatan untuk mencapai tujuan kognitif, afektif dan psikomot?
- Apakah metode/teknik tersebut lebih mengaktifkan siswa atau mengaktifkan guru atau kedua-duanya?
- Apakah metode/teknik tersebut mendorong berkembangnya kemampuan baru?
- Apakah metode/teknik tersebut menimbulkan jalinan kegiatan belajar disekolah dan dirumah, juga mendorong penggunaan sumber yang ada dirumah dan di masyarakat?
- Untuk belajar keterampilan sangat dibutuhkan kegiatan belajar yang menekankan “Learning by Doing” di samping “Learning by Seeing ang Knowing”
- Prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran
Proses belajar mengajar yang baik perlu di dukung oleh pengunaan media dan alat-alat baantu pengajaran yang tepat:
- Alat/media pengajaran apa yang diperlukan. Apakah semuanya sudah tersedia?
- Kalau ada alat yang harus dibuat, hendakya memperhatikan, bagaimana pembuatannya, siapa yang membuat, pembiayaanya, dan waktu pembuatnya?
- Bagaimana pengorganisasian alat dalam bahan pelajaran, apakah dalam bentuk modul, paket belajar atau lain-lain?
- Hasil yang terbaik akan diperoleh denga menggunakan multimedia.
- Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian
Model Pengembangan Kurikulum Menurut Robert S. Zais (dalam arifin 2011:137-143) mengemukakan 8 model pengembangan kurikulum yaitu sebagai berikut:
- The Administrative Model
Pengembangan datang dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi. Dan merupakan model paling lama dan paling banyak dikenal.
- Tim Grass Roots Model
Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum bukan datang dari atas tetapi dari bawah yaitu guru-guru sebagai pelaksana kurikulum disekolah, baik yang bersumber dari satu sekolah maupun dari beberapa sekolah sekaligus. Model ini didasarkan pada dua pandangan pokok. Pertama, implementasi kurikulum akan lebih berhasil apabila guru-guru sebagai pelaksana sudah sejak semula terlibat secara langsung dalam pengembangan kurikulum. Kedua, pengembangan kurikulum bukan hanya melibatkan personal yang prosfesional (guru) saja tetapi juga siswa, orang tua, dan anggota masyarakat.
- Beaucamph’s System
Menempatkan lima hal dalam pengembangannya:
- Menetapkan arena atau lingkup wilayah yang akan dicakupoleh kurikulum
- Menetapkan personalia
- Organisasi dan prosedur pengembangan kurikulum
- Implementasi kurikulum
- Evaluasi kurikulum
- The Demonstration Model
Model ini diprakasai oleh sekelompok guru atau sekelompok guru bekerjasama dengan ahli yang bermaksud mengadakan perbaikan kurikulum.
- Taba’s Inverted Model
Taba percaya kurikulum harus dirancang oleh guru dan bukan diberikan oleh pihak berwenang.
- Roger’s Interpersonal Relation Model
Adalah kurikulum yang dikembangkan hendaknya dapat mengembangkan individu secara fleksibel terhadap perubahan-perubahan dengan cara melatih diri berkomunikasi secara interpersonal.
- The Systematic Action Research Model
Model perkembangan ini didasarkan pada asumsi bahwa perkembangan kurikulum merupakan perubahan sosial.
- Emerging Technical Model
Perkembangan bidang teknologi dan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai efisien efektifitas dalam bisnis, juga mempengaruhi perkembaangan model-model kurikulum.
Model teknologis ini terdiri atas 3 variasi model yaitu model analisis tingkah laku, model analisis sistem dan model berdasarkan computer. Model analisis tingkah laku memulai kegiatan dengan jalan melatih kemampuan anak mulai dari yang sederhana sampai pada yang kompleks secara bertahap. Model analisis sistem memulai kegiatannya dengan jalan menjabarkan tujuan-tujuan secara khusus (output), kemudian menyusun alat-alat ukur untuk menilai keberhasilannya, selanjutnya mengidentifikasi sejumlah faktor yang berpengaruh terhadap proses penyelenggarannya. Model berdasarkan computer memulai kegiatannya dengan jalan mengidentifikasi sejumlah unit kurikulum lengkap dengan tujuan-tujuan pembelajaran khusus.
Kurikulum pada hakikatnya suatu program yang direncakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum juga untuk membantu proses belajar mengajar seorang guru yaitu sebagai pedoman atau panduan dalam menyampaikan materi pembelajaran. Dan kurikulum harus mengikuti perkembangan zaman dan masyrakat agar lebih mudah untuk mencapai tujuan pendidikan dan seiring berkembang nya zaman tentu pembelajaran juga harus berkembang guna untuk siswa agar lebih mengembangkan pola pikir mereka.
Pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang merencanakan, menghasilkan suatu alat yang lebih baik untuk melakukan pembelajaran yang efektif dan efisien. Jika perkembangan kurikulum berjalan dengan baik dan dengan tujuan yang benar, maka seorang guru dapat memberikan kondisi kegiatan belajar mengajar yang lebih baik untuk para siswanya.





