Breaking News
Live Update Berita Terkini

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU

Jumat, 21 Mei 2021
Editor: redaksi
Dengarkan dgn suara Siap
8.5K pembaca

KABARPUBLIK.ID – Budaya organisasi adalah suatu persatuan  yang telah ada dalam sebuah kelompok,didalam organisasi terssebut menjadikan setiap anggota menjadi bersatu didalam organisasi,yang sebelumnya tidak ada bersatu dengan organisasi tersebut menjadikan bersatunya dari sebelumnya  tidak bersatu maka mulai bersatu pikiran pendapat untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan di dalam organisasi.melalui budaya organisasi akan membentuk perilaku manusia.Mengarahkan perilaku manusia dari tidak baik ke yang lebih baik lagi serta mengontrol perilaku manusia yang menyimpang.

Budaya organisasi juga merupakan  suatu  kekuatan sosial yang tidak tampak,yang dapat menggerakan orang-orang dalam suatu organisasi untuk melakukan aktivitas-aktivitas kerja.Budaya organisasi juga berarti suatu sistem sosial yang mana didalamnya terjadi interaksi antara individu dengan individu lainnya,Guna mencapai tujuan atau sasaran organisa yang efektif dan efisien.

Menurut M.Colley (dalam Triatna) budaya organisasi memuat beberapa unsur pokok seperti,nilai dan kepercayaan,kerja serta ritual.Berdasarkan pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa budaya organisasi memiliki unsur yaitu nilai dan kepercayaan adal suatu pengikat yang mengikat para anggota organisasi secara menyeluruh  di dalam organisasi.Kepercayaan adalah keyakinan yang dianggap benar  dan mengikuti anggota organisasi  yang berada didalamnya dan sikap yang menjunjung tinggi keyakinan yang dianggap benar  dan mengikuti sesuatu tersebut  karena bernilai kebaikan dan kebenaran,serta dianggap baik dan benar oleh banyak orang.Kerja adalah sesuatu yang dikerjakan atau dilakukan oleh sesorang untuk mencapai hasil yang ingin dicapai,yang mencakup percobaan sesuatu,pengambilan resiko,penciptaan sesuatu.Ritual dan upacara  adalah sesuatu yang dianut oleh seseorng atau sekelompok orang yang berada di lingkungan organisasi  tersebut yang dilakukan secara terus menerus  karena sudah menjadi kebiasaan didalam lingkungan organisasi dan ditatat secara sistematik  dan deprogramkan secara rutin dalam suatu budaya.

Budaya organisasi merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dimiliki setiap organisasi karena budaya organisasi berperan sebagai pereket dan mengikat anggota didalam organisasi dan yang membawa  para anggota maju secara bersama-sama pada saat  organisasi berdiri,dapat juga menjadi sumber konflik ketika organisasi tumbuh,bahkan mungkin menjadi penghambat manakah organisasi mendewasa dan mengalami penurunan.

Akhir-akhir ini masalah kedisiplinan merupakan hal yang sering disepelekan,bahakan banyak sekali pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat  terhadap aturan-aturan yang telah disepakati dan ditetapkan.Disiplin adalah suatu keadaan tertib,ketika orang-orang yang bergabung  dalam suatu sistem tunduk dan pada peraturan-peraturan yang ada dengan senang hati.suatu aturan tata tertib  yang berada disuatu organisasi  dan orang-orang  yang berada didalamnya harus tunduk dan patuh pada aturan-aturab yang berlaku didalamnya.(mulyasa,2008:190-191)

Menurut peraturan pemerintah no 53 tahun 2010 tentang displin kerja pegawai negri sipil pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa disiplin kerja pegawai negri sipil yaitu kesanggupan pegawai negri sipil untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undang atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar akan dijatuhi hukuman disiplin (Makawimbang,2012:209).Berdasarkan hal tersebut dapat dipahami bahwa kepatuhan dan ketaan seorang pegawai terhadap aturan-aturan yang telah ditetapkan didalam suatu organisasi dimana ia bekerja.melalui peraturan tersebut sehingga pegawai bias mengendalikan dirinya.

Didalam displin kerja terdapat beberapa indikator displin kerja,Menurut muchdarsya ada tiga indikator displin kerja yaitu,Daftar hadir adalah pendataan ketidak hadiran pegawai yang sekaligus merupakan alat untuk melihat sejauh mana pegawai itu mematuhi aturan  yang berlaku dalam organisasi.sikap dan perilaku adalah tingkat penyesuaian diri seseorang  pegawai dalam melaksanakan semua tugas-tugas dari atsanya.Tanggung jawab adalah hasil konsekuensi seseorang pegawai atas tugas-tugas yang diserahkan kepdanya(2016:16)

Disiplin kerja merupaka suatu hal yang sangat penting dan menjadikan ciri utama dalam suatu organisasi.Tujuan utama dari displin adalah untuk meningkatkan efisiensi semaksial mungkin dengan cara menvegah pemborosan waktu dan energi.Displin mencoba mengatasi keslahan dan keteledoran yang disebabkan karena kurang perhatian,ketidakmampuan,dan keterlambata.displin dibutuhkan untuk tujuan mencegah pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan karena perilaku  yang tidak baik(Sutrisno,2009:87)

Adapun faktor yang mempengaruhi displin kerja yaitu faktor kepribadian dan faktor lingkungan.faktor kepribadian adalah suatu nilai yang sudah ada di sebuah organisasi dan diyakini oleh seseorang untuk bertindak dan berperilaku,misalnya datang tepat waktu,menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.faktor lingkungan berasal dari proses belajar yang dilakukan oleh seseorang didalam organisasi untuk melaksanakan segala urusan dilingkungan kerja salah satunya melalui budaya organisasi,dengan budaya organisasi biasa memperekat dalam bertingkah laku dan membedakan dengan organisasi.

Di eragolbalisasi yang serba canggih ini diharap peran budaya organisasi yang positif dapat menjdi solusi terhadap peningkatan mutu pendidikan dan peningkatan kinerja bagi guru sebagai tenaga pendidik yang profesional.karena peningkatan kinerja guru dan pendidikan merupakan permasalahan bagi bangsa kita saat ini.

Adapun budaya organisasi yang memiliki nilai postif itu merupakan sebuah karakter bangsa yang dapat diwujudkan dalam pendidikan yang bermtu dan bermartabat.dalam pergeseran nilai dan budaya pada saat ini semakin dirasakan sebagai efek dari transisi budaya yaitu seperti budaya tradisional kepada tradisi teknologi dan informasi yang idtilahkan dengan globalisasi.

Guru merupkan faktor kunci dalam keberhasilan pendidikan.seorang guru harus mempunnya otalitas, dedikasi loyalitas dan pengabdian,karena guru akan menjadi sorotan dalam masyarakat.sorotan tersebut lebih bermuara kepada ketidak mampuan guru dalam melaksanakan proes pembelajaran,sehingga bermuara pada mutu pendidikan karena kinerja yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Sekolah berprestasi pada dasarnya tidak lepas dari kinerja guru yang ada di suatu sekolah.efektivitas kinerja guru dapat dilihat sejauh mana kinerja tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap prilaku peserta didik.oleh sebab itu budaya organisasi diharapkan dapat menimbulkan komitmen dan tanggung jawab guru  dalam menciptakan peserta didik yang berilmu pengetahuan,berakhlak mulia,mandiri,serta bertanggung jawab terhadap dirinya bangsa dan negara.

Kinerja guru adalah suatu kegiatan dalam manajemen organisasi untuk menata personil sekolah sehingga guru sebagai leading sector dapat memberikan konstribusi postif terhadap organisasi.adapun kinerja gru jugaa berarti satukegiatan yang digunakan untuk mengukur kinerja guru dengan demikin prestasi kerja personil  organiasi dapat terlihat dan terukur,sehingga suatu standar kinerja tersebut dapat ditentukan oleh organisasi tersebut. Adapun dalam kinerja guru tersebut terdapat beberapa indikator yang harus terpenuhi yaitu seperti (1)rencana pembelajaran (rpp), (2). Prosedur pemblajaran dan hubungan antar pribadi, (3) serta penilaian pemblajaran.Faktor- faktor kinerja pada dasarnya merupakan penentu objektivitas kerja seseorang, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor yang mempengaruhi kinerja guru diantaranya adalah faktor kemampuan, faktor pengetahuan, faktor keerampilan, faktor motivasi, faktor sikap serta faktor situasi kerja.

Budaya organisasi menjadi faktor yang mempengaruhhi displin kerja guru.Budaya organisasi memaksa dan mempengaruhi anggotanya utuk melakukan sesuatu yang diperintahkan atau yang menjadi kebiasaan didalam organsisasi tersebut.Dalam hal ini guru di tuntut untuk menyesuaikan dirinya dengan organisasinya,menerima visi misi dan tujuan organisasi serta selalu menginginkan dirinya bertahan untuk menjadi bagian dari organisasi,Budaya organisasi mendorong seseorang bertindak disiplin jika indicatornya dapat dimaksimalkan.

Cara untuk memaksimalkan budaya organisasi dapat dilakukan dengan membentuk peraturan-peraturan sesuai dengan tujuan organisasi dan guruperlu didorong dalam keterlibatan diri dalam mengikuti peraturan organisasi tersebut dengn cara memperkenalkan peraturan-peraturan organisasi secara  menyeluruh.kebiasaan guru dengan sendirinya kan tercipta ketika guru sudah mulai terbiasa dengan peraturan yang sudah ada di sekolah.dengan kebiasaan menaati aturan tersebut,maka menjadi budaya  yang dapat mencitaka kedisplinan yang tinggi

Budaya organsisasi sangat berpengaruh terhadap displin kerja guru,jika budaya organisasi sangat kuat dalam suatu organisasi atau sekolah maka tingkat kedisplinan guru juga kuat dan tinggi.dengan kuatnya budaya organisasi tersebut maka tidak ada lagi  guru yang melanggar aturan yang berlaku di sutu sekolah.misalnya saja terlambat datang kesekolah,tidak mengikuti upacara bendera pada hari senin,dan berada diluar  sekolah saat jam pelajaran atau sekolah masih berlangsung.Budaya organisasi yang kuat membuat dispilin kerja guru juga kuat,jadi adanya rasa takut pada guru untuk melanggar aturan,jika guru melanggar aturan maka akan diberikan sanksi oleh kepala sekolah sesuai dengan yang sudah disepkati seblumnya.

Bukan hanya hal itu kedisplinan kerja guru juga terlihat pada saat proses pembelajaran berlangsung.mulai dari tepat waktunya untu masuk kelas,ataupun tepat waktu untuk menyelesaikan materi dan tugas-tugas guru lainya.oleh sebab itu pengaruh budaya organisasi disini sangat berpengaruh terutama pada kedisplinan kkerja guru.

 

*MAHASISWA DAN DOSEN IAIN BATUSANGKAR

No More Posts Available.

No more pages to load.