oleh

Pemkot Jakarta Timur dan Dubes Ukraina Panen dan Tanam Anggur di Kebun Warga Munjul

Laporan : Hafithro / Editor : YR

JAKARTA [kabarpublik.id] – Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Dubes Ukraina panen dan tanam anggur di Taman Hatinya PKK RW 06, Gang Ketapang IV, Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (23/10).

Panen anggur ini merupakan kerja sama warga RW 06 Kelurahan Munjul, Komunitas Anggur Jakarta, Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Kedutaan Besar Ukraina di Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Timur, Fredy Setiawan dan Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) Jakarta Timur, Ali Nurdin.

Sekretaris Kota Jakarta Timur, Fredy Setiawan, mengatakan, panen anggur di kebun yang berada di permukiman warga bagian ini bagian dari program urban farming atau pertanian kota.

“Ini salah satu program dalam rangka membantu ekonomi di bidang pertanian perkotaan. Jadi urban farming bukan hal mustahil dilakukan di DKI,” kata Fredy.

Ia berharap, anggur yang ditanam dan dirawat warga nantinya dapat dijual, baik dalam bentuk buah atau olahan seperti jus, kebunnya pun dapat jadi wisata keluarga sehingga meningkatkan ekonomi.

“Kualitas anggur di sini bagus. Kehadiran Dubes Ukraina salah satunya karena di sini ada varietas anggur dari Ukraina. Karena memang salah satu varietas terbaik anggur dari Ukraina,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Dubes Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, menuturkan, pihaknya mengapresiasi kebun anggur varietas dari negara asalnya bisa dibudidayakan di permukiman warga Munjul.

Vasyl juga memberikan bibit pohon anggur varietas dari Ukraina untuk ditanam di permukiman warga RW 06 Kelurahan Munjul yang merupakan kelompok tani binaan Sudin KPKP Kota Jakarta Timur.

Sementara itu, Pembina Komunitas Anggur Jakarta, Yatno, mengatakan kebun anggur di RW 06 Kelurahan Munjul memiliki 30 varietas anggur, yang didominasi asal Ukraina.

“Dalam panen ini sekitar 25 kilogram. Di sini ada sekitar 20 dari Ukraina. Kenapa Ukraina, karena untuk adaptasi lebih maksimal dan lebih gampang. Untuk pembuahan usia tujuh sampai sembilan bulan,” kata Yatno.

Ia menyebutkan, sebagian hasil panen dibagikan ke warga RW 06, sementara sisanya dijual dengan harga sekitar Rp100.000 per kilogram dan diolah dalam berbagai bentuk seperti jus untuk dijual kembali.

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed