JAKARTA (kabarpublik.id) – Atlet skateboard Indonesia, Basral Graito Hutomo, sukses mengharumkan nama bangsa dengan meraih medali emas nomor skateboard street putra pada ajang SEA Games 2025 Thailand. Prestasi gemilang itu diraih secara dramatis di Extreme Sport Park Raja Manggala, Bangkok, Minggu (14/12), sekaligus mengantarkan lagu Indonesia Raya berkumandang di puncak podium.
Kemenangan Basral tak hanya menyita perhatian karena prestasi, tetapi juga karena momen sportivitas yang mengharukan. Usai dinyatakan sebagai juara, Basral terlihat dipeluk oleh official dari Malaysia dan Filipina. Gestur tersebut menuai pujian karena mencerminkan nilai fair play, persahabatan, dan sportivitas antarbangsa dalam dunia olahraga.
Basral mulai mengenal skateboard sejak duduk di kelas 2 Sekolah Dasar. Ia belajar secara otodidak dengan memanfaatkan video YouTube, tanpa pelatih profesional. Dengan keterbatasan fasilitas, kegigihan Basral tak pernah surut. Bahkan, skateboard pertamanya adalah papan bekas yang dibeli dari seorang teman.
Lahir di Tangerang, 22 Januari 2007, Basral kini berusia 18 tahun. Ia merupakan anak ketiga dari pasangan Suranto dan Ria Dewi, yang sejak kecil menanamkan nilai kerja keras dan ketekunan. Peran sang ayah sangat krusial dalam perjalanan karier Basral, mulai dari mendampingi latihan mandiri hingga kejuaraan, dengan disiplin tinggi sejak usia dini.
Bakat Basral berkembang pesat. Sejak usia belia, ia telah mengoleksi berbagai prestasi nasional dan internasional. Salah satu pencapaian awalnya adalah medali perak Game of Skate SEA Games saat usianya baru 12 tahun. Puncaknya, ia tampil tenang dan penuh fokus pada SEA Games 2025 Thailand, bahkan pada percobaan terakhir yang menentukan kemenangan.
Melalui akun Instagram pribadinya, Basral mengungkapkan rasa syukur. “Terima kasih semua yang sudah selalu support, alhamdulillah bisa raih medali emas,” tulisnya.
Perjalanan Basral dari skateboard bekas hingga podium tertinggi Asia Tenggara menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi dunia.
Tak kalah menginspirasi, Medina Warda Aulia, atlet catur Indonesia, juga mencuri perhatian di SEA Games 2025 Thailand.
Medina berhasil mempersembahkan satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu untuk Merah Putih, meski harus bertanding dalam kondisi hamil tujuh bulan.
Perjuangan Medina tidaklah mudah. Sebelum pertandingan, ia kerap mengalami mual. Namun begitu duduk di depan papan catur, fokusnya sepenuhnya tertuju pada permainan.
“Pas sebelum tanding ada rasa mual. Tapi begitu main sudah tidak mual lagi karena fokus,” ungkapnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Medina rutin mengonsumsi air kelapa, cokelat, dan permen sebelum pertandingan. Cara sederhana itu membantunya menjaga stamina dan konsentrasi. Keikutsertaannya di SEA Games juga telah melalui konsultasi medis dan dinyatakan aman oleh dokter kandungan, dengan dukungan penuh dari keluarga dan tim Pelatnas.
Perjuangan berat telah ia jalani jauh sebelum SEA Games dimulai. Selama masa Pelatnas, Medina menunjukkan disiplin tinggi dengan menyetir sendiri dari Condet ke Bekasi setiap hari kerja untuk berlatih. Di tengah persiapan, kondisi fisiknya sempat menurun hingga harus beristirahat selama satu minggu.
Kerja keras tersebut akhirnya terbayar lunas. Medina meraih emas dari nomor ASEAN Chess Rapid Women Quadruple, perak dari FIDE Chess Rapid Women Double, dan perunggu dari Makruk Chess Classic Mixed Quintuples.
Medali emas SEA Games 2025 bernilai hingga Rp1 miliar. Medina pun telah merencanakan bonus tersebut dengan bijak.
“Nanti untuk investasi dan tabungan pendidikan anak,” tuturnya.
Kini, kondisi Medina dinyatakan sehat dan stabil. Dengan keteguhan hati, dukungan orang terdekat, serta semangat juang tinggi, Medina membuktikan bahwa tekad kuat mampu menembus segala batas.
Kisah Basral Graito Hutomo dan Medina Warda Aulia menjadi bukti nyata bahwa prestasi lahir dari kegigihan, disiplin, dan keyakinan. Mereka bukan hanya atlet berprestasi, tetapi juga sumber inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berjuang dan pantang menyerah.





