Breaking News
Live Update Berita Terkini

Pembangunan Yonif TP di Blora Gunakan 77,8 Hektare Kawasan Hutan Perhutani

Selasa, 12 Mei 2026
Editor: Eky
Penulis: Supriyanto
Pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Blora akan memanfaatkan lahan kawasan hutan seluas 77,8 hektare di Kecamatan Kunduran. Proses penggunaan lahan masih menunggu arahan pemerintah pusat. (Sumber: Supriyanto)
Dengarkan dgn suara Siap
12.9K pembaca

BLORA (kabarpublik.id) – Pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kabupaten Blora akan memanfaatkan lahan kawasan hutan seluas 77,8 hektare di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran.

Administratur KPH Blora, M. Agus Nawin Romdloni, mengatakan proses penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan tersebut masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Hal itu karena lokasi yang direncanakan masuk dalam kawasan hutan Perhutani.

“Proses penggunaan kawasan hutan nantinya dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kehutanan. Saat ini kami masih menunggu arahan lanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lokasi pembangunan Yonif TP berada di tiga petak lahan Perhutani KPH Blora, yakni petak 131, 132, dan 133 dengan total luas mencapai 77,8 hektare.

Menurutnya, kondisi lahan saat ini masih berupa kawasan hutan dengan tegakan pohon dan belum ada aktivitas pembangunan maupun kegiatan dari TNI.

“Belum ada kegiatan di lokasi. Kami masih menunggu tahapan pengerjaan berikutnya,” katanya.

Meski demikian, Perhutani terus melakukan koordinasi dengan Kodim 0721/Blora guna memastikan seluruh tahapan pelaksanaan berjalan sesuai aturan dan tetap tertib.

“Kami tetap berkoordinasi dengan Kodim agar pelaksanaan ke depan berjalan lancar dan tidak melanggar aturan,” tambahnya.

Sebelumnya, Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael telah meninjau langsung lokasi yang disiapkan untuk pembangunan Yonif TP tersebut. Dalam kunjungan itu, Danrem didampingi Dandim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, jajaran Perhutani, Pemerintah Kabupaten Blora, serta Forkopimcam Kunduran.

Danrem menyebut lokasi tersebut dinilai strategis karena berada di wilayah sisi kanan Kabupaten Blora. Pada tahap awal, akan disiapkan marshalling area atau area sementara untuk mendukung proses pembangunan yang dijadwalkan dimulai pada triwulan ini.

Dari total lahan 77 hektare, sekitar 2 hektare akan digunakan untuk marshalling area. Sementara pembangunan utama nantinya meliputi markas batalyon, markas kompi, barak prajurit, fasilitas olahraga, lapangan tembak, hingga kolam renang.

Menurut Danrem, pembangunan Yonif TP merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang dirancang dengan fasilitas lengkap dan ideal.

No More Posts Available.

No more pages to load.