Penyelenggara acara Kang Iyang di Serang, Minggu, menjelaskan bahwa kegiatan edukasi ini diinisiasi oleh gabungan beberapa komunitas yang peduli terhadap kelestarian fauna, antara lain Ayam Hias Banten, Kepatil (Keluarga Pecinta Reptil), serta Berbici yang merupakan komunitas pecinta kelinci.
Menurutnya, gabungan komunitas yang telah berpengalaman ini sebenarnya rutin mengadakan pertemuan sebulan sekali. Namun khusus pada momen liburan sekolah, mereka berfokus menghadirkan sarana edukasi bagi masyarakat luas.
“Pada momen liburan kali ini kami fokus memberikan ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi, berfoto, dan mendapatkan edukasi langsung dari tim satwa agar mereka tidak takut, namun tetap waspada,” ujarnya.
Berbagai satwa unik dan jinak dihadirkan untuk menyapa masyarakat, mulai dari Sugar Glider, Landak Mini, hamster, hingga ular dari jenis Reticulated python (retic), Ball python (bepe), Boa, dan Iguana.
Selama acara berlangsung, tim dari komunitas dengan sigap mendampingi dan memberikan penjelasan mengenai karakteristik serta cara merawat hewan-hewan tersebut.
“Antusiasme tinggi dari para pengunjung, khususnya para orang tua yang ingin mengenalkan dunia satwa sejak dini kepada anak-anak mereka secara aman,” katanya.
Sementara itu salah seorang pengunjung, Shelda Rahmadani, mengaku sengaja datang ke lokasi acara bersama buah hatinya setelah mengetahui informasi wisata edukasi ini melalui media sosial TikTok. Ia menilai acara ini sangat bermanfaat untuk mengisi waktu luang anak-anak.
“Kami sengaja datang untuk memanfaatkan momen liburan sekolah ini agar anak-anak dapat mengenal dan berinteraksi langsung dengan hewan secara aman,” kata Shelda.
Melalui kegiatan positif ini, lanjut dia, diharapkan anak-anak tidak hanya mendapatkan hiburan yang berkualitas pada masa libur sekolah, tetapi juga menumbuhkan empati dan wawasan baru mengenai cara memperlakukan satwa dengan benar. (ant)





