Laporan : Ganjar Gandapraja (JMSI), Editor : Jumadi / Mahmud
KOTA BANDUNG [KP] – Memasuki tahap New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil tetap waspada menghadapi Pandemi Covid-19, salah satunya dengan memodifikasi kendaraan operasional Puskesmas menjadi Mobil Rapid Test yang menyasar dan inpeksi mendadak (sidak) tempat-tempat kerumunan.
“Ada 600 unit mobil Rapid Test yang beredar didalamnya ada alat-alat dan petugas yang mengetest, melakukan sidak kepada kerumunan-kerumunan, kegiatan-kegiatan keramaian, dipengkolan, bubaran ibadah, bubaran pasar, diparkiran toko,” ungkap Emil saat rapat evaluasi Penanganan Covid-19 yang diikuti oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi dan pejabat Forkopimda Provinsi Jabar bertempat di Ruang Siliwangi Makodam III/Siliwangi Jl. Aceh No. 69 Kota Bandung, Selasa (02/06/2020).
Menurutnya mobil rapid test sebanyak itu merupakan modifikasi dari kendaraaan operasional Puskesmas agar tetap waspada.
“Kami mengkondisikan mobil Puskesmas disulap menjadi mobil test Covid sehingga kewasdaan tidak kendur disaat AKB ini,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut RK juga menjelaskan adaptasi rumah ibadah dan masjid yang masuk katagori aman dan layak dibuka untuk publik sesuai dengan protokol kesehatan.
“Sebaiknya berwudhu dulu dirumah, membawa sajadah sendiri, cuci tangan dan memakai masker. Kemudian setelah rumah ibadah babak kedua yaitu pembukaan ekonomi industri dan perkantoran serta pertanian di wilayah-wilayah yang biru yang sudah diijinkan melakukan AKB, ” terangnya.
Apabila tujuh hari setelah industri dan perkantoran, dievaluasi tidak ada anomali persebaran virus maka barulah pertokoan, ritel dan mall itu persiapan untuk dibuka dan dilanjutkan babak ke empatnya adalah pariwisata yang belum mengizinkan wisatawan dari luar Jabar, imbuh Rk.
Terkait pendidikan, kata RK, belum dibuka dan masih dibahas.
“Wacana yang mengemuka sementara nanti Januari yang paling bisa kita perhitungkan, tapi kalau ada keputusan tidak dijadwalkan nanti kita sampaikan secara khusus karena kita butuh waktu dan kita tidak boleh mengorbankan anak-anak. Yang di Jawa Barat hampir nol anak sekolah yang terpapar oleh Covid-19, ini rasio yang luar biasa yang harus kita jaga,” pungkasnya.
Dalam rapat tersebut, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi berkomiten akan melakukan kampanye simpatik pemakaian masker.
“Kami amati terutama didaerah-daerah non kota pemakaian masker belum maksimal. Oleh karena itu para Danramil bersama Kapolsek didaerah untuk melakukan pengkondisian dan masker akan didukung dari Satgas Gugus Tugas Covid-19,” tandas Nugroho. #[KPJabar/Pendam III Siliwangi].





