JAKARTA (kabarpublik.id) – Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai keberadaan Museum Marsinah dapat memperkuat daya tarik Desa Wisata Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya.
Menurut Ni Luh, museum tersebut bukan hanya menjadi ruang pembelajaran sejarah, tetapi juga mampu menghadirkan wisata edukatif yang berkualitas bagi masyarakat.
“Kehadiran Museum Marsinah bukan hanya menjadi ruang pembelajaran sejarah, tetapi juga dapat memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya dan edukasi di Desa Wisata Nglundo,” ujar Ni Luh dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (17/5).
Dalam kunjungannya ke Desa Wisata Nglundo pada Sabtu (16/5), Ni Luh meninjau Monumen Marsinah yang berada di jalur provinsi Surabaya–Madiun. Ia juga mengunjungi rumah keluarga Marsinah, tempat tokoh buruh perempuan tersebut lahir dan tumbuh.
Di rumah tersebut, Ni Luh melihat sejumlah dokumentasi perjalanan hidup Marsinah, mulai dari kamar tidur, ruang utama, hingga deretan penghargaan yang dipajang oleh keluarga.
Sementara itu, di area museum yang berada di samping rumah keluarga, dipamerkan berbagai koleksi pribadi Marsinah. Beberapa di antaranya berupa sepeda ontel, seragam pabrik, tas, dompet, ijazah sekolah, serta catatan perjuangan yang dikemas secara edukatif.
Ni Luh menilai keberadaan museum tersebut dapat menghadirkan pengalaman wisata yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai pembelajaran sejarah kepada pengunjung.
Ketua Pokdarwis Desa Wisata Nglundo, Eko Fitri Puji Harto, berharap penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional nantinya mampu meningkatkan kunjungan wisata sejarah ke desa tersebut.
“Dengan diangkatnya Marsinah sebagai pahlawan buruh, kami akan menyiapkan berbagai fasilitas agar pengunjung merasa nyaman saat datang ke Desa Wisata Nglundo,” kata Eko.
Ia mengakui Desa Wisata Nglundo yang masih berstatus desa wisata rintisan membutuhkan dukungan dalam pengembangan paket wisata, peningkatan pelayanan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan.
Selain itu, pihak Pokdarwis juga menjalin kolaborasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk mendukung promosi, pemasaran, hingga pengembangan produk kreatif dan suvenir berbasis sejarah serta budaya lokal.






