Laporan : Iswadi
Editor : YR
MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Tanpa penjelasan dari Pemerintah Kota soal pemasangan tanda larangan yang di pasang depan pasar jualan gerabah, Seluruh bentor di Pulau Tidore duduki Kantor Dinas perhubungan Kota Tidore Kepulauan.
Pada siang tadi puluhan bentor mogok dan datang ke kantor Dinas perhubungan Kota untuk meminta penjelasan terkait dengan tanda larangan dimaksud yaitu dilarang menaikan dan menurunkan penumpang khusus angkutan umum. Senin (28/03/2022)
Ratusan bentor ini datang dan di terima langsung oleh Kadishub Tikep Daud Muhammad dan di dampingi beberapa seksi pada acara hearing bersma di ruang rapat Dishub.
Seusai pertemuan dengan Komunitas Bentor Kota Tikep maka kadispun di temui awal media dan menjelaskan terkait dengan kedatangan puluhan bentor yang menduduki kantornya tersebut.

Daud menjelaskan bahwa komunitas bentor merasa di anak tirikan karena pemasangan tanda larangan itu tanpa sosialisasi maupun undangan pemberitahuan resmi dari dinas dan hal itu dirinya sudah menjelaskan.
“Saya sudah jelaskan tadi bahwa arah dari Tanjung spa sio sampe dengan lampu merah di goto itu merupakan kawasan tertib lalu lintas (KTL) dan di muka tugulufa itu juga Kawasan tertib lalu lintas,”Ungkap kadishub Tikep
Kadishub juga menjelaskan bahwa soal Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) itu wajib semua kendaraan yang memasuki kawasan itu harus punya kelengkapan kendaraan yaitu kendaraan roda 4 maupun roda 2.
“Kawasan Tertib Lalulintas itu jika masuk kesitu maka semua kendaraan harus melengkapi perlengkapan yaitu kendaraan roda 4 maupun roda 2,”Tuturnya
Daud juga bilang bahwa tempat yang di pasang tanda larangan tersebut merupakan ruas jalan yang sempit karena kebanyakan terjadi kemacetan.

“Tanda larangan yang dipasang tempatnya itu Krena ruas jalannya kecil dan juga volume kepdatan kendaranpun disitu maka mengurangi kemacetan maka disitulah dtempatkan tanda laranganenaikan dan menurunkan penumpang.,”Jelasnya
Kdishub juga sampaikan besok barulah Dishub akan turun dan mengecek lokasi jika para bentor ini bisa diparkir disitu atau tidak maka pihaknya mencari solusi yang terbaik.
Setelah mendengar penjelasan dari Kadishub maka pihak bentor juga membubarkan barisan dan menuju ke pangkalannya masing – masing. #[KP]







