PDP ANAK MENINGGAL DI RS SANTOSA BANDUNG, SWAB TEST NEGATIF TAPI DIMAKAMKAN DENGAN PROTOKOL COVID-19

BANDUNG, JABAR2268 Dilihat

Laporan : Roni Mulyana (JMSI), Editor : Jumadi / Mahmud

KOTA BANDUNG [KP] – Seorang pasien anak berinisial AM (14 Tahun) meninggal dunia pada hari Rabu 3 Juni lalu di Rumah Sakit (RS ) Santosa Hospital Bandung Jl. Kebon Jati Bandung dengan status kematian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Orang tua pasien, Juanita menuturkan sebelumnya AM dirawat di RS Kebon Jati Bandung dengan diagnosa thypoid dan bronchitis, setelah perawatan kondisinya mulai membaik dan hasil swab test Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung pada tanggal 22 Mei 2020 dinyatakan negatif sehingga bisa keluar dari ruang isolasi.

“Ternyata dokter menyarankan untuk tes swab kaya rapid gitu, isolasi kita ikutin dan hasilnya negatif,” tuturnya kepada wartawan kabarpublik.id , Minggu (21/06/2020).

Karena ingin kondisi anaknya cepat sembuh maka Juanita meminta anaknya dipindahkan ke RS Sentosa dengan pertimbangan dokternya lebih lengkap.

Setelah anaknya dipindahkan ke RS Santosa, Juanita tidak bisa mendampinginya karena langsung dirawat di ruang isolasi.

“Jadi setelah anak saya diperiksa dan diterima langsung dibawa ke ranjang oleh dua perawatnya dan saya disuruh naik lewat lift lain, jadi tidak ketemu,” ujarnya.

 Selama perawatan, Juanita mengaku tidak bisa mengetahui kondisi anaknya sama sekali. Informasi didapatkan pun melalui petugas keamanan dan hanya dipanggil dua kali saja, pertama saat diminta untuk membeli kebutuhan pasien dan kedua diminta persetujuan saat putrinya akan di pasang alat pernapasan karena kondisinya memburuk.

“Saya tidak bisa komunikasi dengan dokter, karena untuk apa-apa itu menunggu panggilan. Saya tidak dipernah dipanggil, saya dipanggil oleh satpam cuma saat waktu itu katanya dokter Anang minta Yakult dan madu untuk terapi dan kedua saya diminta untuk pemasangan ventilator itu pun dengan cepat-cepat katanya karena kondisinya ngedrop,” jelasnya.

Saat dirawat di RS Santosa pasien AM dites kembali dari awal yang kemudian meninggal pada hari Rabu dan dimakamkan secara protokol Covid-19 yang kemudian hasil test nya negatif yang keluar pada hari Minggu 7 Juni 2020 setelah pasien dikuburkan.

“Di test lagi katanya dari awal dan hasilnya negatif. Anak saya meninggal hari Rabu dan hasil tes baru keluar hari Minggu tapi pemakaman secara Covid,” ucapnya lebih lanjut.

Juanita berharap ada kejelasan mengenai status anaknya jangan sampai ada pemaksaan diagnosa kepada pasien.

“Harapanya ya saya pengen keadilan ya jangan anak saya sakitnya apa kok di’Covid’ kan,” tutupnya.

Sementara itu Humas RS Santosa melalui Bagian Legal, Erga tidak bersedia memberikan klarifikasi sebelum adanya surat pernyataan dari keluarga pasien.

Dilain pihak, Kepala Dinkes Kota Bandung, dr. Rita Verita menolak dikonfirmasi dengan alasan sedang sakit.

“Saya masih sakit punten,” jawabnya melalui WA kepada wartawan kabarpublik.id , Selasa (22/06/2020). #*[KP-Jabar].

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
+1
1

Komentar