Mentan Amran Targetkan Kontrak Cetak Sawah 101 Ribu Hektare Tuntas dalam Sebulan

Kamis, 26 Feb 2026
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Koordinasi Pelaksana Swakelola Cetak Sawah di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Rabu (25/2/26). (Sumber: kementan.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
29.2K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan program cetak sawah rakyat (CSR) sebagai langkah strategis memperkuat swasembada pangan nasional.

Dalam Rapat Koordinasi Pelaksana Swakelola Cetak Sawah di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Rabu (25/2/26), Mentan Amran meminta seluruh jajaran, termasuk TNI, mempercepat penyelesaian kontrak cetak sawah seluas 101.503 hektare dalam satu bulan ke depan.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

“Waktunya tinggal satu bulan. Target kontrak cetak sawah 101 ribu hektare harus diselesaikan. Saya minta seluruh jajaran, termasuk TNI, bergerak cepat dan bekerja total. Ini penentu,” tegasnya.

Percepatan program mencakup sejumlah provinsi prioritas, antara lain Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Papua Selatan (Merauke), Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Papua Barat Daya, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Riau, dan Kalimantan Utara.

Menurut Amran, keterlibatan TNI merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global, termasuk ancaman perubahan iklim dan potensi El Nino.

“Kondisi iklim ekstrem bukan lagi pilihan. Kalau pangan bermasalah, negara bermasalah. Karena itu TNI, pemerintah daerah, dan seluruh jajaran harus turun tangan menjaga kedaulatan pangan,” ujarnya.

Ia mengingatkan krisis pangan global saat El Nino 2023–2024, ketika sejumlah negara membatasi ekspor beras. Indonesia, dengan jumlah penduduk besar, dinilai tidak boleh bergantung pada impor sehingga perlu memperluas areal tanam melalui program cetak sawah baru.

Amran juga mengapresiasi capaian percepatan swasembada pangan yang berhasil diraih melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, petani, hingga penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Keberhasilan ini adalah kerja bersama. Babinsa, PPL, kepala dinas, gubernur, bupati, semua terlibat. Semangat yang sama harus kita jaga untuk menyelesaikan target cetak sawah ini,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan menjaga produksi dalam negeri turut berkontribusi pada stabilitas harga beras global. Namun demikian, seluruh jajaran diminta tetap fokus menuntaskan target kontrak hingga Maret 2026.

“Saya mohon ini diselesaikan dengan baik. Gerakkan semua kekuatan di lapangan. Satu bulan ini harus kita tuntaskan,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Amran menyampaikan apresiasi Presiden kepada jajaran TNI hingga tingkat bawah yang terlibat dalam percepatan swasembada pangan. Ia optimistis, dengan sinergi kuat, Indonesia mampu mempertahankan swasembada sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ketahanan pangan dunia.

No More Posts Available.

No more pages to load.