GORONTALO [kabarpublik.id] – Di tengah ketegangan politik yang terjadi, Dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Syamsi Pomalingo, mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Menurut Syamsi, Pilkada hanyalah satu tahapan dalam proses demokrasi, sementara persatuan masyarakat adalah hal yang jauh lebih penting dan harus dijaga bersama.
“Jangan sampai perbedaan pilihan membuat kita terpecah. Gorontalo adalah rumah kita bersama, dan kita semua bertanggung jawab untuk menjaga keamanan serta keharmonisan,” ujar Syamsi.
Ia juga menekankan pentingnya menyikapi informasi dengan bijak di era digital ini. Berita hoaks dan provokasi politik bisa dengan mudah menyulut konflik jika tidak disaring dengan cermat.
“Saring sebelum sharing. Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. Pastikan dulu sebelum membagikan, karena dampaknya bisa besar,” tambahnya.
Selain itu, Syamsi mengingatkan bahwa hukum harus dijunjung tinggi, dan keputusan MK nanti harus diterima dengan sikap dewasa.
Menurutnya, demokrasi yang sehat bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga bagaimana semua pihak menghormati proses yang ada.
“Kita harus memberi contoh bahwa Gorontalo adalah daerah yang dewasa dalam berdemokrasi. Apapun keputusan MK, kita terima dengan kepala dingin demi kepentingan bersama,” tandasnya.





