Asisten Abu Doto, Muzakir Abdul Hamid, di Banda Aceh, Sabtu membenarkan bahwa mantan orang nomor satu di Aceh itu telah meninggal dunia.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, dokter Zaini Abdullah telah meninggal dunia di ICU 2 sekira pukul 12.24 WIB,” kata Muzakir Abdul Hamid.
Abu Doto menghembuskan napas terakhirnya pada usia 86 tahun, di Ruang ICU 2 RSUDZA Banda Aceh, almarhum telah menjalani perawatan di RS pemerintah Aceh itu sejak 4 Juni 2026.
Muzakir menjelaskan, meski sempat menjalani rawat jalan dalam beberapa waktu terakhir, kondisi Abu Doto kemudian memburuk hingga kembali dibawa ke rumah sakit pada dini hari tadi, sekira pukul 02.30 WIB.
“Memang beliau sudah berumur dan ada beberapa penyakit komplikasi,” ujarnya.
Jenazah Abu Doto rencananya bakal dikebumikan di kampung halamannya di Beureunuen, Kabupaten Pidie, Aceh. Setelah dilaksanakan shalat jenazah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Sebagai informasi, Zaini Abdullah merupakan pria kelahiran Sigli, Aceh 24 April 1940. Ia sekolah di sekolah rakyat setingkat SD, Pidie, SMP di Sigli, dan SMA di Banda Aceh lulus pada usia 20 tahun.
Setelah itu, ia meneruskan pendidikannya di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU). Lalu, menjadi spesialis penyakit kandungan dan Kebidanan di USU Medan. Lalu, ia mengambil pendidikan spesialis ‘Family Doctor’ di Karolinska Universitas Sjukhus Huddinge, Stockholm di Swedia.
Kemudian, Abu Doto bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan dipercaya sebagai Menteri Kesehatan GAM.
Dirinya termasuk pemimpin GAM yang menjadi anggota Delegasi GAM dalam perundingan perdamaian dengan Pemerintah RI di Helsinki-Finlandia pada 2005. Pertemuan ini menghasilkan Kesepakatan Damai Bersama (MoU) Helsinki 15 Agustus 2005.
Pascadamai dan terbentuknya partai lokal, Zaini bergabung dengan Partai Aceh. Kemudian mencalonkan diri dan memenangkan Pilkada 2012 sebagai Gubernur Aceh bersama wakilnya saat itu Muzakir Manaf atau Mualem (Gubernur Aceh sekarang). (ant)





