Breaking News
Live Update Berita Terkini

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Ekosistem Olahraga Jakarta

Sabtu, 6 Des 2025
Editor: Eky
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjadi narasumber Main Forum Indonesia Sports Summit 2025 yang mengusung tema ‘Collaborative Development for a Sustainable Sports Infrastructure Ecosystem’ di Indonesia Arena, kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Sabtu (6/12). (Sumber: beritajakarta.id)
Dengarkan dgn suara Siap
46.1K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjadi narasumber dalam Main Forum Indonesia Sports Summit 2025 bertema Collaborative Development for a Sustainable Sports Infrastructure Ecosystem di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Senayan, Sabtu (6/12/25).

Dalam forum tersebut, Pramono menegaskan bahwa pengembangan ekosistem olahraga berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta. Sinergi ini diperlukan untuk menghadirkan infrastruktur olahraga yang modern, inklusif, dan berdampak langsung pada kualitas kota.

Pramono menyampaikan bahwa Jakarta selalu siap menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.

“Tanpa kolaborasi antarpemangku kepentingan, perkembangan olahraga tidak akan optimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemprov DKI saat ini menyiapkan sejumlah program strategis untuk mendorong Jakarta masuk jajaran kota global top 50 pada 2030. Dalam bidang olahraga, Pramono menyoroti optimalisasi fasilitas besar seperti Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Velodrome, dan Equestrian Park yang terus ditingkatkan agar memenuhi standar internasional.

Pramono juga menegaskan komitmennya menjadikan Persija Jakarta sebagai ikon ibu kota melalui penyediaan fasilitas olahraga, pembangunan museum klub, serta peningkatan kualitas stadion sebagai home base yang representatif.

Selain itu, Pemprov DKI terus mendorong penyelenggaraan event lari berskala besar seperti Jakarta International Marathon dan Jakarta Running Festival agar naik kelas menjadi major marathon. Peningkatan penyelenggaraan dilakukan dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas, konektivitas kota, termasuk pembangunan jembatan penghubung Ancol–JIS untuk mendukung kenyamanan peserta dan penonton.

Pada saat yang sama, Jakarta juga mengembangkan ruang publik dan kawasan olahraga baru seperti Bulungan Sport Complex, revitalisasi Lapangan Blok S, serta pengembangan kawasan rekreasi-olahraga di Sunter. Semua proyek tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan warga sekaligus memperkuat sport tourism.

“Upaya ini dilakukan melalui skema kerja sama pemerintah dan swasta agar pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada APBD,” jelas Pramono.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor akan mempercepat pembangunan infrastruktur kota. Pemprov DKI membuka peluang kerja sama dalam revitalisasi taman kota, pemanfaatan ruang bawah jalan tol, penataan transportasi, hingga penerapan konsep transit oriented development (TOD) di kawasan strategis seperti Ancol, Dukuh Atas, Bundaran HI, dan Kota Tua.

Menurut Pramono, seluruh pengembangan ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem olahraga serta mendorong gaya hidup sehat di Jakarta.

“Jakarta akan terus membangun ekosistem olahraga masa depan yang berkelanjutan dan modern. Pemprov DKI siap bekerja sama dengan pemerintah pusat maupun pihak internasional dalam penyelenggaraan event olahraga apa pun yang memberi dampak nyata bagi kemajuan kota,” tegasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.