Laporan : Jhen / Editor : YR
SUMATERA BARAT[kabarpublik.id]— Kantor Pertanahan Kabupaten Lima Puluh Kota menggelar Sosialisasi Pendampingan Kegiatan Fasilitasi Usaha Akses Reforma Agraria Fase-2 Tahun Anggaran 2025 yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Pengolahan Limbah Gambir Menjadi Inovasi STBM dan Briket. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serbaguna Nagari Simpang Kapuak, Rabu (13/8), dan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lima Puluh Kota, Lucy Novianti, S.SiT., M.H., didampingi Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Hella Mayang Shinta, S.Si., M.U.R.P.
Acara menghadirkan narasumber dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP), termasuk Veronika Sriwulantari, S.T., M.Si., yang memaparkan potensi inovasi pengolahan limbah daun gambir menjadi briket ramah lingkungan melalui metode Teknologi Olah Sampah di Sumber (TOSS). Briket yang dihasilkan memiliki potensi pasar hingga ekspor, sekaligus berkontribusi dalam mengurangi limbah dan meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.
Selain itu, Prof. H. Aflizar, SP, MP, Ph.D menyampaikan materi tentang penerapan Ekoteknologi STBM (Sistem Teknologi Bio Mekanis) yang memanfaatkan tanah campuran dan limbah gambir untuk memurnikan polutan pada air limbah agroindustri. Teknologi ini menggunakan bahan baku lokal seperti tanah, daun gambir bekas kempa, serta tempurung kelapa sawit yang diolah menjadi tepung arang dan zeolit tiruan. Hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai komponen instalasi pengolahan air limbah (IPAL) skala komunal, sejalan dengan konsep green technology menuju Indonesia Emas 2045. Prof. Aflizar menekankan potensi besar teknologi ini dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.
Kegiatan ini bertujuan mengintegrasikan program reforma agraria dengan inovasi pengolahan sumber daya lokal, sehingga tanah hasil redistribusi tidak hanya dimanfaatkan untuk pertanian, tetapi juga untuk usaha produktif yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Lucy Novianti menegaskan pentingnya sinergi antara reforma agraria, pendampingan usaha, dan inovasi teknologi. “Reforma agraria harus kita padukan dengan pendampingan usaha dan inovasi agar manfaatnya berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta, menandai komitmen bersama dalam memajukan kesejahteraan masyarakat melalui reforma agraria, inovasi ramah lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.





