Jakarta–Shenzhen Sepakati Kerja Sama Sister City, Target Teken MoU November 2026

Kamis, 23 Apr 2026
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Shenzhen (Tiongkok), Seoul (Korea Selatan), Tokyo, dan Kyoto (Jepang) pada 22–28 April 2026. (Sumber: jakarta.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
6.7K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bertemu Executive Vice Mayor Tao Yongxin di Shenzhen, Rabu (22/4). Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan awal untuk menjalin kerja sama sister city antara Jakarta dan Shenzhen yang ditargetkan terealisasi pada November 2026.

Pramono menyampaikan, saat ini Jakarta telah memiliki kerja sama serupa dengan Beijing dan Shanghai. Ia berharap penjajakan dengan Shenzhen dapat segera ditindaklanjuti melalui penyusunan Letter of Intent (LoI) sebelum menuju penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Menurutnya, kolaborasi antarkota menjadi sarana penting untuk bertukar pengalaman, khususnya dalam menghadapi tantangan perkotaan dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

“Jakarta dengan sekitar 11 juta penduduk, serta kawasan aglomerasi Jabodetabek yang mencapai 42 juta jiwa, menghadapi berbagai persoalan seperti kemacetan, polusi, hingga banjir. Kami ingin belajar dari Shenzhen sebagai salah satu kota maju di bidang teknologi,” ujar Pramono.

Sementara itu, Tao Yongxin menyambut positif rencana kerja sama tersebut. Ia bahkan menawarkan sejumlah sektor potensial, mulai dari teknologi dan inovasi, hubungan antarmasyarakat seperti pertukaran pelajar dan budaya, hingga kerja sama maritim.

Tao juga menilai posisi Indonesia yang strategis di jalur perdagangan global menjadi nilai tambah dalam penguatan kolaborasi kedua kota.

“Kami terbuka untuk mendorong kerja sama teknologi, termasuk elektrifikasi kendaraan, pembangunan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan untuk layanan publik,” kata Tao.

Sebagai informasi, Shenzhen dikenal sebagai salah satu pusat teknologi dunia. Kota ini berkembang pesat sejak ditetapkan sebagai zona ekonomi khusus pada 1980 dan kini menjadi basis sejumlah perusahaan besar seperti Huawei dan BYD. Dengan populasi sekitar 20 juta jiwa, Shenzhen menjadi salah satu kota terdepan dalam inovasi dan pengembangan smart city.

No More Posts Available.

No more pages to load.