Breaking News
Live Update Berita Terkini

Jakarta Alami Deflasi 0,15 Persen pada Juli 2026

Senin, 3 Agu 2026
Editor: Jamalul Insan
Arsip: Penjual menata cabai di Pasar Senen, Jakarta. (ANTARA FOTO
Dengarkan dgn suara Siap
2.5K pembaca
JAKARTA  (Kabarpublik.id) – Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mengemukakan DKI Jakarta secara bulanan mengalami deflasi sebesar 0,15 persen pada Juli 2026 yang disumbang utama kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,21 persen.

“Komoditas yang dominan mendorong deflasi pada kelompok ini yaitu cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit, masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,07 persen, 0,06 persen, dan 0,03 persen,” kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Senin.

Komoditas lainnya pada kelompok itu yang menyumbang deflasi yakni telur ayam ras dan daging ayam ras masing-masing memberikan andil sebesar 0,02 persen, lalu jeruk, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, dan tomat masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,01 persen.

Sementara itu, komoditas yang paling dominan memberi andil deflasi pada Juli 2026, yaitu emas perhiasan dengan andil sebesar 0,09 persen, diikuti tarif angkutan udara (0,09 persen), cabai merah (0,07 persen), bawang merah (0,06 persen), dan cabai rawit (0,03 persen).

Sepanjang tahun 2026, komoditas emas perhiasan tercatat mengalami deflasi berturut-turut dalam empat bulan terakhir. Menurut Kadarmanto, fenomena tren penurunan harga emas perhiasan ini sejalan dengan pergerakan harga emas khususnya berupa logam mulia yang secara global.

“Tren harga emas global mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir, dan secara rata-rata harga emas perhiasan pada Juli berada pada level Rp1.717.620 per kg. Sementara pada Maret mencapai harga yang tertingginya, yaitu Rp1.942.052,72,” jelas dia.

Sementara itu, secara nasional juga mengalami deflasi secara bulanan pada Juli 2026, yakni tercatat sebesar 0,14 persen.

Deflasi adalah kondisi ekonomi yang ditandai dengan penurunan harga barang dan jasa secara menyeluruh dibandingkan periode sebelumnya. Bagi konsumen, kondisi deflasi justru memberikan keuntungan karena daya beli menjadi lebih tinggi. Namun, deflasi adalah fenomena yang serius bagi perekonomian nasional, terutama jika berlangsung lama, karena bisa memperlambat aktivitas ekonomi secara menyeluruh. (ant)

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.