ISTANBUL (kabarpublik.id) – Penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan bahwa “musuh agresor dan para pendukungnya” akan menghadapi hukuman berat setelah gelombang serangan terbaru yang dilancarkan Amerika Serikat ke wilayah Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Rezaei, yang merupakan penasihat senior bagi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei, melalui unggahan di platform media sosial X pada Kamis (9/7).
Peringatan itu muncul tidak lama setelah sejumlah media Iran melaporkan adanya ledakan di beberapa wilayah selatan negara tersebut yang diduga berkaitan dengan serangan militer Amerika Serikat.
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa pecahan proyektil menghantam Rumah Sakit Imam Ali di Kota Chabahar, Provinsi Sistan dan Baluchestan. Sementara itu, Kantor Berita Mehr menyebut serangan yang terjadi di Provinsi Bushehr tidak mengakibatkan kerusakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr.
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi telah melancarkan serangan tambahan terhadap Iran. Menurut CENTCOM, operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam kebebasan pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Sebelumnya, pada Rabu (9/7), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku.
Beberapa jam setelah pernyataan tersebut, media-media Iran melaporkan terdengarnya ledakan di sejumlah kota di wilayah selatan negara itu, menandai meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.






