MOSKOW (kabarpublik.id) – Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menyatakan negara-negara Eropa siap berpartisipasi dalam operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Namun, pelaksanaan misi tersebut masih bergantung pada persetujuan Iran dan Oman.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Rabu (9/7), Wadephul mengatakan Jerman bersama sejumlah negara Eropa, di bawah koordinasi Inggris dan Prancis, pada prinsipnya bersedia terlibat dalam operasi tersebut karena ranjau laut dinilai mengancam keselamatan pelayaran internasional.
“Jerman bersama beberapa negara lain siap berpartisipasi dalam operasi pembersihan ranjau karena ancaman tersebut membahayakan seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan operasi hanya dapat dilaksanakan jika situasi keamanan memungkinkan. Selain itu, diperlukan kesepakatan dengan Iran dan Oman agar kedua negara menyetujui kehadiran satuan Eropa di wilayah tersebut.
Wadephul juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya eskalasi konflik di Selat Hormuz. Ia mendesak Amerika Serikat dan Iran menghentikan aksi militer serta kembali menempuh jalur diplomasi melalui perundingan.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah militer Amerika Serikat pada Rabu dini hari melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut operasi itu sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal niaga yang melintas di Selat Hormuz.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlaku.
Iran kemudian menuduh Washington melanggar Nota Kesepahaman Islamabad dan membalas dengan melancarkan serangan ke pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.





