Laporan : Yadi
Editor : YR
MALUKU UTARA [Kabarpublik.id] – Pelaksanaan Asesmen Nasional memasuki hari pertama di SMP Negeri 7 Kota Ternate ini sudah terjadwal. Maka pelaksanaan Asesmen ini mengukur tiga komponen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minium (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Plt. Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Kota Ternate Hj. Endang Hermanto. “Besok itu mengukur kemampuan siswa pada literasi dan survei lingkungan belajar,” ujar Hj. Endang saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (04/10/2021).
Hari ini setelah pelaksanaan untuk siswa dengan jadwal tersebut, Hj. Endang katakan, pihaknya akan melanjutkan kembali survei lingkungan oleh seluruh guru, kepala sekolah, dengan tenaga pendidik pada siang hari, sesuai dengan jadwal.
Ia mengatakan, untuk yang mengikuti Asesmen ini siswa kelas VIII dengan jumlah peserta 50 orang, yaitu terdiri dari 45 peserta inti, dan 5 cadangan.
“Jadi yang mengikuti Asesmen Nasional berbasis kompetensi ini diperuntukkan untuk siswa kelas VIII berjumlah 45 orng ditambah dengan cadangan V orang. Jadi yang kita siapkan dari peserta itu 50 orang,” ungkap Hj. Endang yang perna menjadi guru di SMP Muhammadiyah 1 Kota Ternate itu.
Sementara untuk guru itu melaksanakan Asesmen, tetapi hanya pada komponen survei lingkungan belajar, dan itu berlaku semua guru. Selanjutnya, Asesmen ini untuk pemetaan mutu di satuan pendidikan, dimana untuk mengetahui seperti apa mutu pendidikan di satuan pendidikan.
Kemudian bagaimana karakter siswa-nya, dan bagaimana lingkungan belajar-Nya. “Jadi intinya bahwa 50 siswa ini sebagai sampel, mereka sebagai perwakilan nanti yang akan menentukan sekolah ini ketika dipetakan kita berada pada kategori bagaimana,” ucapnya.
Selain itu, dalam pelaksanaan Asesmen ini, ia katakan, pihaknya menggunakan satu sesi dengan memakai tiga ruang lap komputer, dan satu sesi itu masuk pukul 7:30 sampai jam 10 WIT.
“Besok semua kita akan lanjut lagi hari kedua, cuman hanya satu sesi, karena jumlah siswa 45 orang, dan itu dibagi per ruang 15 orang, berarti kita cukup tiga ruang saja,” tutur Hj. Endang yang perna menjadi Guru di SMPN 1 Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara itu.
Pengawas bidang pendidikan dasar (Dikdas) pada Dinas Pendidikan Kota Ternate ini juga berharap, pelaksanaan Asesmen Nasional dengan sampel siswa yang diacak melalui Dapodik ini bisa mengukur dan menjadi potret mutu di satuan pendidikan.
“Dan kami juga berharap bahwa hasil yang diperoleh pada asesmen nasional berbasis komputer atau ANBK ini adalah memang sudah menjadi hasil yang di peroleh oleh siswa itu sendiri,” harap Hj. Endang.
Artinya bahwa untuk survei karakter dan survei lingkungan belajar itu bersifat natural, yang memang mereka rasakan selama mereka belajar di sekolah ini selama 1 tahun lebih, karena saat ini mereka sudah duduk di kelas VIII. #[KP]






