Breaking News
Live Update Berita Terkini

IHSG Ditutup Menguat Ikuti Mayoritas Bursa Kawasan Asia

Rabu, 1 Jul 2026
Editor: Jamalul Insan
ilustrasi: Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ANTARA FOTO)
Dengarkan dgn suara Siap
2.2K pembaca
JAKARTA   (Kabarpublik.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore, ditutup naik mengikuti penguatan mayoritas bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup menguat 51,93 poin atau 0,92 persen ke posisi 5.695,12. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,64 poin atau 0,66 persen ke posisi 556,75..

“Menguatnya pasar bursa regional Asia turut menopang IHSG. Pasar menantikan perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Iran,” ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus alias Nico dalam kajiannya, di Jakarta, Rabu.

Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan perkembangan perundingan antara AS dengan Iran, yang mana utusan Presiden AS Donald Trump tiba di Doha, Qatar, Selasa (30/6), meskipun mediator Qatar meredam ekspektasi akan terobosan besar, dengan mencatat bahwa pejabat AS tidak akan bertemu langsung dengan rekan-rekan mereka dari Iran.

Meskipun kedua belah tidak bertemu langsung, pelaku pasar tetap menunggu perkembangan pembicaraan perdamaian yang sedang berlangsung antara AS dan Iran, di Doha, Qatar.

AS dan Iran berupaya mencapai resolusi permanen untuk konflik tersebut, meskipun Iran tetap mempertahankan posisinya untuk mengendalikan lalu lintas maritim melalui jalur air strategis tersebut.

Di sisi lain, sentimen lainnya yaitu pasar terbebani oleh ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS The Fed, yang didorong oleh spekulasi pasar yang menguat bahwa The Fed berpotensi mendongkrak suku bunga acuan, menjelang publikasi data tenaga kerja AS pada Kamis (2/7).

Dari dalam negeri, kenaikan IHSG ditopang sejumlah laju emiten konglomerasi di tengah data-data ekonomi domestik yang lesu, di antaranya indeks manufaktur berada di zona kontraksi, kenaikan inflasi Juni 2026, serta defisit neraca perdagangan.

Rilis Indeks Manajer (PMI) Manufaktur Global S&P Indonesia turun tajam menjadi 46,9 pada Juni 2026 dari sebelumnya 50,0 pada Mei 2026, yang menandai level terendah sejak Juni 2025 dan menandakan kontraksi kedua sektor ini tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi bulan Juni 2026 mencapai 0,44 persen secara bulanan month to month (mtm). Adapun, secara year to date (ytd) inflasi 1,79 persen dan inflasi tahunannya sebesar 3,34 persen year on year (yoy). Kenaikan tersebut dampak dari siklus musiman, kenaikan bahan baku, serta kenaikan harga BBM.

BPS juga melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 tercatat defisit 1,61 miliar dolar AS, yang merupakan defisit pertama sejak enam tahun terakhir..

“Hal ini menunjukkan belum berdampaknya upaya menaikkan suku bunga acuannya Bank Indonesia (BI) dalam mengendalikan inflasi. Kondisi ini tentunya mendorong BI aktif dalam menjaga nilai rupiah, mengendalikan inflasi,” ujar Nico.

Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 2,81 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor infrastruktur yang naik masing-masing sebesar 2,63 persen dan 1,39 persen.

Sedangkan tiga sektor melemah, yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam minus 0,69 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor keuangan yang turun masing-masing sebesar 0,35 persen dan 0,33 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar, yaitu COCO, BBRM, PADI, BEEF, dan CSMI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni RGAS, MMIX, MTLA, MSKY, dan RONY.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.542.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,06 miliar lembar saham senilai Rp10,26 triliun. Sebanyak 391 saham naik, 263 saham menurun, dan 305 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 0,60 persen ke 70.486,00, indeks Shanghai menguat 0,44 persen ke 4.112,45, indeks Shenzen menguat 0,39 persen ke 2.851,81, sementara indeks Strait Times melemah 0,11 persen ke 5.202,48. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.