BEIRUT (kabarpublik.id) – Gerakan Hizbullah Lebanon mendukung dimulainya kembali perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Pakistan. Hizbullah menilai jalur diplomasi tersebut penting untuk menjaga deeskalasi dan mendukung upaya perdamaian di Lebanon.
Anggota Parlemen Lebanon dari Blok Loyalitas terhadap Perlawanan, sayap politik Hizbullah, Ali Mokdad, mengatakan pihaknya tetap mendukung proses perundingan yang berlangsung di Islamabad, Pakistan.
“Fokusnya tetap pada jalur perundingan Islamabad karena melalui proses tersebut perang di Lebanon dihentikan, bukan melalui kesepakatan langsung antara Israel dan otoritas Lebanon,” kata Mokdad, seperti dilaporkan RIA Novosti dari Beirut, Jumat (21/8).
Menurut Mokdad, meredanya ketegangan saat ini tidak berarti proses perdamaian telah selesai. Ia menyebut salah satu agenda penting dalam perundingan Iran dan AS adalah memulihkan perdamaian di Lebanon.
Mokdad juga menyinggung ancaman Iran untuk melakukan pembalasan jika serangan terus berlanjut, termasuk kemungkinan serangan terhadap Beirut dan kawasan selatan ibu kota.
Ia menilai kondisi tersebut memperkuat tuntutan untuk mewujudkan perdamaian yang komprehensif dan berkelanjutan di Lebanon.
Mokdad kemudian menuding kebijakan Israel berkaitan dengan kepentingan politik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, termasuk untuk memperkuat posisinya menjelang pemilu. Ia juga menyoroti aktivitas militer Israel di sekitar Bukit Ali Al Taher, wilayah strategis di Lebanon selatan.
Menurut dia, pemerintah Lebanon juga memiliki tanggung jawab terhadap situasi yang terus memburuk akibat serangan Israel dan kerusakan di sejumlah desa serta kota di wilayah selatan.
Sementara itu, kerangka kesepakatan antara Lebanon dan Israel yang ditandatangani di Washington pada 26 Juni mengatur pengambilalihan kembali wilayah selatan oleh tentara Lebanon dengan persyaratan pelucutan senjata Hizbullah.
Pelaksanaan kesepakatan tersebut disebut akan diawali dari sebuah zona percontohan yang harus ditinggalkan pasukan Israel.
Presiden Lebanon Joseph Aoun sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa perundingan merupakan jalan untuk mengakhiri konflik dan menciptakan kondisi yang memungkinkan warga Lebanon di wilayah selatan kembali ke rumah mereka.







