Breaking News
Live Update Berita Terkini

Hamas Sebut Rutin Berkonsultasi dengan Rusia Terkait Konflik Palestina

Rabu, 17 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Ilustrasi Jalur Gaza setelah luluh lantak diserbu tanpa jeda oleh Israel. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)
Dengarkan dgn suara Siap
5K pembaca

MOSKOW (kabarpublik.id) – Gerakan Palestina Hamas menyatakan terus menjalin komunikasi dan konsultasi rutin dengan pemerintah Rusia terkait upaya penyelesaian konflik Palestina serta perkembangan situasi politik dan keamanan di Timur Tengah.

Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Musa Abu Marzouk, mengatakan pertemuan antara Hamas dan Kementerian Luar Negeri Rusia berlangsung secara berkala sebagai bagian dari koordinasi diplomatik mengenai isu Palestina dan kondisi kawasan.

“Pertemuan antara Hamas dan Kementerian Luar Negeri Rusia berlangsung secara rutin. Dalam setiap kunjungan ke Moskow, kami membahas berbagai aspek politik terkait Palestina dan situasi yang lebih luas di kawasan,” ujar Abu Marzouk kepada RIA Novosti, seperti dikutip Rabu (17/6).

Menurutnya, delegasi Hamas secara berkala mengunjungi Moskow untuk membahas sejumlah isu strategis, termasuk perkembangan terbaru di Jalur Gaza dan berbagai usulan penyelesaian konflik yang muncul di tingkat internasional.

Salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan sebelumnya adalah implementasi rencana penyelesaian Gaza yang diusulkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Pekan lalu, Abu Marzouk juga bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Georgy Borisenko. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya mewujudkan gencatan senjata yang berkelanjutan di Jalur Gaza guna mengurangi dampak kemanusiaan akibat konflik yang masih berlangsung.

Sementara itu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada pertengahan November menyetujui resolusi yang diajukan Amerika Serikat untuk mendukung rencana penyelesaian konflik Gaza. Sebanyak 13 dari 15 anggota Dewan Keamanan memberikan dukungan, sedangkan Rusia dan China memilih abstain.

Rancangan yang diusulkan Amerika Serikat mencakup pembentukan administrasi internasional sementara di Gaza, pembentukan dewan perdamaian internasional, serta pengerahan pasukan stabilisasi guna mendukung proses transisi dan pemulihan wilayah tersebut.

Hingga kini, berbagai upaya diplomatik masih terus dilakukan oleh sejumlah negara dan organisasi internasional untuk mendorong tercapainya perdamaian serta penyelesaian konflik yang berkelanjutan di Gaza dan wilayah Palestina.

No More Posts Available.

No more pages to load.