Breaking News
Live Update Berita Terkini

Gubernur Pramono Anung Tinjau Pengungsi Banjir di Rawa Buaya

Sabtu, 24 Jan 2026
Editor: Eky
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau warga terdampak banjir yang mengungsi di Masjid Jami Baitul Rahmat, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/26). (Sumber: jakarta.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
51.2K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau warga terdampak banjir yang mengungsi di Masjid Jami Baitul Rahmat, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/26).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi sekaligus memantau penanganan banjir di lokasi.

Pemprov DKI Jakarta menyalurkan berbagai bantuan, antara lain beras 500 kilogram, minyak goreng 50 pouch, mi instan 50 dus, kasur lipat 50 unit, matras 100 unit, selimut 100 unit, family kit 100 paket, serta pakaian anak sebanyak 10 paket. Selain itu, PMI Provinsi DKI Jakarta turut memberikan bantuan minyak penghangat tubuh.

“Pagi ini kami datang ke pengungsian di Rawa Buaya untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terpenuhi. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujar Pramono Anung.

Hingga Sabtu pagi, tercatat 45 kepala keluarga atau 177 jiwa mengungsi di lokasi tersebut. Gubernur memastikan kondisi pengungsi sehat dan penanganan banjir berjalan optimal.

Untuk mempercepat surutnya genangan, Pramono memerintahkan penambahan pompa air. “Sudah ditambah empat pompa, sehingga total pompa di lokasi ini menjadi tujuh unit,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menekan intensitas curah hujan. OMC dilaksanakan dua hingga tiga kali per hari sesuai kebutuhan.

“Tujuan utama kami menurunkan curah hujan agar warga bisa segera kembali ke rumah,” tambahnya.

Gubernur menjelaskan, banjir di sejumlah wilayah Jakarta Barat dipengaruhi kiriman air dari daerah hulu, seperti Tangerang dan Tangerang Selatan, melalui Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart yang bermuara ke Cengkareng Drain. Saat ini, tinggi muka air di Cengkareng Drain telah turun dari 350 menjadi 315, dengan batas aman di angka 310.

Ia juga menyebut sebagian besar ruas Jalan Daan Mogot sudah dapat dilalui kendaraan, menyisakan satu titik genangan di KM 13.
Dalam penanganan banjir, Pemprov DKI Jakarta mengerahkan 152 pompa stasioner, 49 rumah pompa, 76 pompa mobile, dan 60 pompa apung. Selain itu, dikerahkan alat berat berupa 99 dump truck, 59 excavator, 6 combi jetting, 3 crane, serta sejumlah alat pendukung lainnya. Empat pompa tambahan juga didatangkan dari Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.

Pemprov DKI Jakarta turut membuka pos kesehatan dan layanan sosial di berbagai titik pengungsian. Koordinasi lintas perangkat daerah terus diperkuat untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
Pramono menambahkan, penyumbatan sampah di sungai kini jauh berkurang. Banjir saat ini terutama dipicu curah hujan ekstrem yang mencapai rata-rata 200 milimeter per hari, bahkan hingga 260 milimeter di beberapa lokasi. Kondisi ini mendorong Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kebijakan work from home dan school from home.

Untuk jangka menengah dan panjang, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama. Sementara penanganan jangka pendek difokuskan pada OMC, pembersihan saluran air, serta edukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Penanganan banjir membutuhkan kerja bersama. Pemerintah dan masyarakat harus bergotong royong menjaga lingkungan agar banjir tidak terus berulang,” pungkas Pramono Anung.

No More Posts Available.

No more pages to load.