Natal PWI Pusat: Harmoni Iman, Seni, dan Harapan di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya

Sabtu, 24 Jan 2026
Natal PWI Pusat. (Eky/kabarpublik.id)
Dengarkan dgn suara Siap
24.2K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Sabtu (24/1/26), sore itu terasa berbeda. Bukan derap langkah aparat yang mendominasi, melainkan alunan gitar lembut dan pujian yang mengalir penuh makna.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat merayakan Natal dengan khidmat dan sederhana, namun sarat pesan iman dan persaudaraan.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24) dengan subtema “Natal Membawa Sukacita dan Keselamatan”, perayaan ini menjadi ruang perjumpaan antara iman, seni, dan refleksi kehidupan para jurnalis.

Ibadah Natal dibuka dengan penampilan spesial dari Jimy Charles, gitaris solo asal Nusa Tenggara Timur. Dengan petikan gitar yang syahdu, Jimy membawakan lagu klasik Natal O Holy Night, mengundang jemaat larut dalam suasana perenungan akan kelahiran Sang Juruselamat.

Sebelum melanjutkan instrumen kedua, Jimy menyampaikan pesan singkat namun mendalam. “Tuhan itu seni yang tinggi. Tuhan menciptakan kita berbeda-beda, tapi tetap satu,” ujarnya, disambut anggukan jemaat.

Ia kemudian membawakan lagu Batak “Alusi Au”, menjahit harmoni iman dan budaya dalam satu pujian yang menyentuh.

Ibadah resmi dimulai dengan doa pembuka oleh Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga. Suasana semakin hidup ketika sebuah drama singkat ditampilkan.

Drama tersebut menggambarkan seorang reporter televisi yang tengah mewawancarai seorang gembala mengenai kelahiran Tuhan Yesus sebuah penggambaran simbolik tentang jurnalis sebagai pewarta kebenaran, bahkan dalam peristiwa iman.

Firman Tuhan disampaikan langsung oleh Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga, yang mengajak jemaat merenungkan makna kehadiran Kristus di tengah tantangan keluarga dan kehidupan bangsa saat ini.

Pujian kembali menggema lewat suara Albert Hosea Samuel Sihombing yang membawakan lagu “KasihMu Tiada Duanya”, menegaskan pesan utama Natal tentang kasih Allah yang tak tergantikan.

Puncak ibadah ditandai dengan doa syafaat yang dipimpin Pastor Yos Bintoro. Sebelum menaikkan doa, ia menyampaikan refleksi yang mengena.

“Kita akan menjadi lilin di tengah keadaan yang tidak baik-baik saja. Perayaan Natal PWI di tengah-tengah institusi kepolisian ini adalah simbol yang luar biasa. Kita syukuri itu dalam doa perantara syafaat,” ungkapnya.

Natal PWI Pusat tahun ini bukan sekadar perayaan seremonial. Ia menjadi ruang teduh bagi insan pers untuk kembali meneguhkan panggilan, merawat harapan, dan menyalakan terang kasih di tengah dunia yang kerap dipenuhi kabar duka.

No More Posts Available.

No more pages to load.