News Update
Live Update Berita Terkini

Gubernur AGK akan Temui Sultan Tidore Guna jelaskan Tentang Kawasan Baru Kota Sofifi

Jumat, 16 Apr 2021
Editor: redaksi
Gubernur Maluku Utara K.H Abdul Gani Kasuba Lc
Gubernur Maluku Utara K.H Abdul Gani Kasuba Lc
Dengarkan dgn suara Siap
10.9K pembaca

SOFIFI [KABARPUBLIK.ID] – Rencana Pemerintah Propinsi Maluku Utara jadikan wilayah Sofifi sebagai kawasan Baru Kota Sofifi. Dan tak akan menjadi polemik maka Pemerintah Provinsi (Gubernur AGK )akan menghadap Pihak adat Kesultanan Tidore untuk menjelaskan tentang program yang dicanangkan. Kamis (16/04/2021) 

Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba saat selesai acara Pelantikan Pj.Bupati Halut di aula Nuku Kantor Gubernur Provinsi Maluku Utara. AGK mengatakan, kawasan Baru Sofifi itu adalah masih kawasan dan bukan Daerah Otonom Baru (DOB) menurut AGK bahwa kita belum bicara tentang DOB sebab DOB itu masih punya moratorium.

“Ini masih kawasan,kita belum boleh bicara tentang DOB Karena masih ada moratorium, Sekarang ini ada 300 lebih DOB Masih moratorium,”Ucapnya

Gubernur juga menjelaskan bahwa Program Percepatan Infrastruktur kawasan Baru Sofifi dengan tujuan agar Sofifi punya tempat punya rumah sendiri dan tidak ada saling mengharapkan antara pemerintah Provinsi dan Pemerintah di Tidore Kepulauan dan tidak saling melempar bola dalam hal tanggung jawab di daerah Sofifi

“Kita buat agar sofifi ini menjadi rumah kita sebab masalah sampah saja kita di demo dan demo itu ditujukan kepada siapa kita tidak tau,”Tuturnya

Gubernur AGK juga bilang pada saat merencanakan Jadikan Sofifi sebagai Kawasan Baru,beliau berkeinginan agar bisa bertemu dengan Sultan akan tetapi Sultan Tidore saat itu ada agenda ke Papua dan mudah – mudahan Gubernur Maluku Utara bisa bertemu dengan Sultan dan bisa jelaskan keinginan dan tujuan dari kawasan baru Sofifi.

“Dan saya waktu itu ingin ketemu dengan Pak Sultan tapi pak sultan dari jakarta langsung ke papua jadi belum ketemu Sebagai Sultan yang punya kekuasaan secara adat Dan saya sangat menghargai sekali dan saya akan ketemu beliau dan menjelaskan persoalan ini sehingga tidak menjadi polemik,”Ujarnya

Keinginan Gubernur Maluku Utara hanya ingin bangun kawasan ini menjadi kawasan baru bukan kawasan DOB dan jika satu saat wilayah ini menjadi DOB maka nanti diatur kembali oleh Pemerintah Tidore 

“Ini kawasan dan kita hanya ingin membangun kawasan ini kita tidak tau kalau suatu kali saat menjadi DOB Nanti diatur kembali bersama Pemerintah tidore dengan kawasan ini,” Tutupnya.#[KP] 

Laporan : Iswadi

Editor     : YR

No More Posts Available.

No more pages to load.