Breaking News
Live Update Berita Terkini

Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan Terus di Sosialisasikan Heldy Vanni Alam di Boalemo

Jumat, 14 Jul 2023
Oleh:
Dengarkan dgn suara Siap
5.3K pembaca

Laporan : Serman Tahala
Editor : YR

GORONTALO [kabarpublik.id] – Sosialisasi terkait Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan terus dilakukan oleh Bunda PAUD Kabupaten Boalemo Dr. Hj. Heldy Vanni Alam Moridu, S.Pd., MM.

Kali ini, Heldy Vanni Alam didampingi Bunda Paud Kecamatan Tilamuta Sitriya Poni Limalo, S.Pd.,M.Pd dan jajaran Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Paud Boalemo, melaksanakan kunjungan ke sejumlah sekolah yang ada di Boalemo, Jumat (14/07/2023).

“Tujuan dari transisi PAUD ke SD ini untuk menyelaraskan pembelajaran bagi peserta didik PAUD agar tidak perlu melakukan banyak penyesuaian saat berpindah menjadi peserta didik, dan peserta didik SD yang tidak mengikuti PAUD juga tetap dapat terpenuhi haknya untuk mendapatkan pembinaan kemampuan fondasi yang holistik,” Ujar Heldy.

Ketua TP PKK Kabupaten Boalemo itu juga mengatakan, ada tiga hal yang perlu dilakukan satuan pendidikan untuk mewujudkan transisi tersebut, terutama dalam hal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masuk SD, yakni pertama menghilangkan tes membaca, menulis, dan berhitung (Calistung).

Kedua menerapkan masa perkenalan bagi peserta didik selama dua minggu pertama, baik PAUD maupun SD. Kemudian ketiga yakni menerapkan pembelajaran yang membangun kemampuan fondasi anak di PAUD dan SD.

“Jadi biarkan mereka (anak-anak) peserta didik dengan perasaan senang dan gembira, datang ke sekolah. Jangan bebankan mereka dengan tugas-tugas berat yang akhirnya membuat mereka enggan untuk bangun pagi dan berangkat ke sekolah. Biarkan mereka pergi sekolah dengan bergembira, tidak takut dan ada keinginannya untuk kembali bersekolah karena menyenangkan,” pinta Heldy.

Dalam regulasi terbaru seputar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD yang dikeluarkan Kemendikbudristek dalam rangka penyelarasan pembelajaran PAUD menuju SD, metode tes membaca, menulis dan menghitung (calistung) harus dihilangkan dan dilarang dipergunakan.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Heldy meminta agar para guru dapat menerapkan pembelajaran yang mampu memberikan potret capaian siswa sebagai asesmen awal.

Di samping itu, ia juga menekankan agar pembelajaran di PAUD ke SD harus selaras. Diantaranya dengan memberikan pengalaman menyenangkan dan membangun kemampuan dasar.

”Saya harap asesmen tidak menerapkan tes lisan dan tertulis, serta memberikan laporan hasil belajar berupa informasi perkembangan anak secara menyeluruh,” Pungkasnya #[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.