TOKYO (Kabarpublik.id) – Gempa bumi dengan magnitudo awal 7,2 mengguncang Jepang timur laut pada Kamis, melukai sedikitnya empat orang, mengganggu layanan kereta cepat, dan memaksa sekolah-sekolah untuk tutup sementara.
Tidak ada bahaya tsunami dari gempa pukul 7.30 pagi waktu setempat yang terjadi di lepas pantai Pasifik Prefektur Iwate pada kedalaman 44 kilometer, kata Badan Meteorologi Jepang.
Gempa tersebut mencapai magnitudo 6 atas pada skala intensitas seismik Jepang (skala 7) di Hashikami dan 6 bawah di Hachinohe, keduanya di Prefektur Aomori.
Intensitas 6 atas berarti tidak mungkin untuk tetap berdiri atau bergerak tanpa merangkak, dan sebagian besar perabot yang tidak terpasang akan bergerak serta benda-benda akan roboh, menurut badan tersebut.
Dinas pemadam kebakaran setempat di Hashikami dan Hachinohe mengatakan empat orang, termasuk remaja dan orang berusia 50-an, dibawa ke rumah sakit dengan luka ringan.
Pada konferensi pers, badan cuaca mendesak masyarakat untuk tetap waspada terhadap gempa bumi dengan magnitudo 6 atas pada skala intensitas seismik Jepang selama minggu depan.
Badan tersebut menyatakan tidak akan mengeluarkan Peringatan Gempa Bumi Lanjutan di Lepas Pantai Hokkaido dan Sanriku karena gempa tersebut tidak memenuhi kriteria untuk diaktifkan.
Peringatan tersebut dikeluarkan ketika ada risiko gempa bumi kuat yang relatif tinggi terjadi di sepanjang Palung Jepang dan Palung Chishima, yang membentang di lepas pantai Pasifik timur laut Jepang dan Hokkaido.
Gempa tersebut awalnya dilaporkan memiliki magnitudo awal 6,9 dan kedalaman 50 kilometer, tetapi angka-angka tersebut kemudian direvisi.
Gempa tersebut tercatat berkekuatan 5 atas di Sannohe di Prefektur Aomori dan di Morioka serta bagian lain Prefektur Iwate. Gempa tersebut juga memengaruhi Hokkaido dan prefektur Akita, Fukushima, Miyagi, dan Yamagata serta Tokyo dan prefektur-prefektur di sekitarnya.
Tidak ada anomali yang dilaporkan di pembangkit listrik tenaga nuklir Higashidori atau Onagawa, yang masing-masing terletak di prefektur Aomori dan Miyagi, atau di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi atau Daini di prefektur Fukushima, menurut operatornya.
Tidak ada pula laporan anomali di pabrik pengolahan ulang bahan bakar nuklir bekas dan fasilitas penyimpanan sementara bahan bakar bekas di prefektur Aomori.
Menurut dewan sekolah Hashikami, kelima sekolah di kota itu, termasuk sekolah dasar, menengah, dan atas, ditutup sementara. Dewan sekolah Hachinohe juga menutup seluruh 65 sekolahnya.
Layanan kereta cepat Tohoku Shinkansen dihentikan antara stasiun Tokyo dan Shin-Aomori setelah gempa, tetapi semua layanan telah dilanjutkan pada pukul 14.00 waktu setempat, kata JR East.
Berbicara kepada wartawan di kantornya, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintahnya sedang mengumpulkan informasi untuk menilai dampak gempa tersebut.
Sumber: Kyodo (ant)






