Breaking News
Live Update Berita Terkini

Fraksi Gerindra Desak Pemda Bonebol Segera Cairkan Intensif Nakes

Minggu, 25 Jul 2021
Editor:
Anggota DPRD Bone Bolango dari Fraksi Partai Gerindra, Tahir Badu.
Anggota DPRD Bone Bolango dari Fraksi Partai Gerindra, Tahir Badu.
Dengarkan dgn suara Siap
6.3K pembaca

Laporan : Ifan S. Saluki
Editor : YR

GORONTALO [kabarpublik.id] – Fraksi Partai Gerindra desak Pemerintah Bone Bolango untuk segera melakukan proses pencairan pembayaran Insentif kepada Tenaga Kesehatan (Nakes).

Desakan tersebut, bukan lagi pertama kali disuarakan oleh Fraksi Gerindra. Akan tetapi pada setiap rapat TAPD bersama pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan Bone Bolango selaku mitra kerja rumpun kesehatan beberapa waktu lalu.

Tahir Badu selaku anggota DPRD Bone Bolango dari Fraksi Gerindra, mengingatkan akan rendahnya pencairan insentif bagi Nakes yang baru mencapai 13 persen.

Padahal menurut Tahir, anggaran untuk insentif bagi Nakes sudah disiapkan, termasuk juga dalam penanganan covid-19 sebesar Rp. 36 Milyar melalui dana APBD pada proses refocusing 8 persen.

“Pada saat tahun 2020, memang di Bonebol sempat mengalami kendala. Dimana anggaran untuk Nakes yang semestinya dibayar sebesar Rp 5 Miliar lewat dana APBN, malah berubah alih menjadi tanggungjawab Pemda lewat APBD, pasca keluarnya surat keputusan Menteri Keuangan RI,” ujar Tahir.

Akibat perubahan tersebut kata Tahir, maka akan menjadi tunggakan hutang yang harus diselesaikan oleh Pemda Bone Bolango. “Untuk Dokter spesialis saja standar pembayaran di APBN yang sebelumnya sebesar Rp 15 Juta, namun sejak diserahkan ke APBD, berubah menjadi Rp 5 juta. Hal ini terkait kemampuan keuangan Pemda tak bisa dipaksakan dan diberi ruang oleh Menteri Keuangan untuk menetapkan dan menentukan standar biaya daerah,” ucapnya

“Begitu juga halnya dengan tenaga kesehatan lain di Puskesmas hanya bisa dibayarkan setengahnya dari Rp 5 juta perbulan menjadi Rp 2,5 juta. Tapi Alhamdulilah kalau itu akhirnya sudah dibayar hutang itu kurang lebih Rp 1,6 Miliar.” Ujarnya

Namun pada bulan Juli ditahun 2021 ini, Tahir mengatakan, pihak Pemda belum juga mencairkan intensif bagi Nakes. Hal itu setelah ditelusuri ternyata bukan lantaran ketidaksiapan keuangan daerah, melainkan disebabkan karena belum juga adanya tagihan yang diajukan dari tingkat bawah, baik itu dari Puskesmas, rumah sakit dan Dinas Kesehatan.

Terkait hal itu, Fraksi Gerindra pun mendesak agar dokumen administrasi tagihan untuk segera disiapkan dan dirampungkan minggu ini. Hal itu dimaksudkan agar dana refocusing yang telah disiapkan telah ada realisasinya.

“Kami dari Fraksi Gerindra prihatin kepada Nakes yang sementara bertarung digarda terdepan mengorbankan nyawa melawan virus Covid-19, malah tidak ada perhatian. Maka kami mendesak Dinkes agar segera mencairkan intensif bagi Nakes. Mana saja tagihan yang sudah masuk input kemudian tagih ke keuangan Pemda agar bisa secepatnya diterima oleh para Nakes,” Pungkas Aleg Tahir Badu, Minggu (25/07/2021). #[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.