JAKARTA (kabarpublik.id) – PT Multi Garam Utama Tbk (IDX: FOLK) mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba neto sebesar Rp14,82 miliar. Capaian ini menjadi laba pertama sejak perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hasil tersebut berbalik dari posisi rugi neto sebesar Rp2,89 miliar pada periode yang sama tahun lalu, atau mengalami perbaikan sebesar Rp17,71 miliar secara tahunan.
Direktur Utama PT Multi Garam Utama Tbk, Danny Sutradewa, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi konsolidasi bisnis dan efisiensi operasional yang dijalankan perusahaan dalam dua tahun terakhir.
“Laba neto positif yang kami catatkan menjadi bukti awal bahwa strategi konsolidasi dan efisiensi operasional yang dijalankan selama dua tahun terakhir mulai membuahkan hasil. Dengan struktur permodalan yang lebih kuat dan disiplin alokasi modal yang konsisten, kami optimistis memasuki fase pertumbuhan berikutnya,” ujarnya.
Neraca Keuangan Semakin Kuat
Hingga 31 Maret 2026, total aset perseroan meningkat 93,57 persen secara kuartalan menjadi Rp147,50 miliar. Sementara itu, total ekuitas melonjak 108,42 persen menjadi Rp137,80 miliar.
Peningkatan tersebut didorong keberhasilan pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) yang menghasilkan tambahan agio saham sebesar Rp53,99 miliar.
Di sisi lain, total liabilitas tetap terjaga pada level Rp9,71 miliar dengan rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) sebesar 0,07 kali dan rasio lancar (Current Ratio) mencapai 8,65 kali. Perseroan juga tidak memiliki utang perbankan, dengan seluruh kewajiban yang ada bersifat operasional.
Efisiensi dan Pemanfaatan Teknologi AI
FOLK menyebut disiplin efisiensi yang diterapkan sejak 2024 menjadi salah satu faktor utama pendorong perbaikan kinerja. Pada 2025, beban operasional berhasil ditekan hingga 22,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain efisiensi biaya, perseroan juga mempercepat transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada berbagai fungsi bisnis, mulai dari riset investasi, pemantauan portofolio, kepatuhan regulasi, intelijen pasar modal, hingga otomatisasi pelaporan internal.
Langkah tersebut memungkinkan perusahaan menjalankan operasional yang lebih efisien sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan keputusan berbasis data.
Fokus Menjadi Platform Investasi Multi-Sektor
FOLK kini bertransformasi dari perusahaan yang sebelumnya berfokus pada sektor media, ritel, dan kekayaan intelektual menjadi platform investasi multi-sektor yang terdaftar di BEI.
Perseroan memperluas portofolio investasinya ke sejumlah sektor strategis, termasuk infrastruktur dan layanan kesehatan, dengan tetap mempertahankan fondasi bisnis yang telah dibangun sebelumnya.
Pada sektor infrastruktur, FOLK memperkuat eksposur melalui Traya Group yang bergerak di bidang pengolahan air bersih dan air limbah. Sektor ini dinilai memiliki prospek jangka panjang seiring pertumbuhan kawasan industri, urbanisasi, dan meningkatnya standar kepatuhan lingkungan.
Traya Group juga dikenal sebagai produsen teknologi Membrane Bioreactor dan Ultrafiltration yang telah mengantongi sertifikasi SNI dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Sementara itu, di sektor kesehatan, FOLK memiliki eksposur melalui PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk yang merupakan bagian dari Bundamedik Healthcare System.
Perusahaan tersebut saat ini didukung jaringan lebih dari 41 mitra laboratorium dan menyediakan lebih dari 2.400 jenis pemeriksaan dengan basis pelanggan mencapai lebih dari 70.000 orang per bulan.
Menurut FOLK, transformasi bisnis DGNS menuju ekosistem layanan kesehatan terintegrasi yang menggabungkan klinik spesialis, diagnostik genomik, dan layanan digital menjadi peluang pertumbuhan jangka panjang, terutama di tengah tren peningkatan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia.
Terapkan Lima Prinsip Investasi
Dalam mengelola portofolio investasi, FOLK menerapkan lima kriteria utama dalam proses seleksi investasi, yaitu ukuran pasar yang besar, hambatan masuk yang kuat, potensi pertumbuhan tinggi, kualitas manajemen yang unggul, serta valuasi yang menarik.
Perseroan menegaskan akan terus menjalankan strategi investasi secara disiplin, selektif, dan terukur guna menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham sekaligus mendukung pembangunan ekonomi nasional.





