Breaking News
Live Update Berita Terkini

Festival Teater Jakarta Utara 2026 Jadi Ajang Kreativitas dan Regenerasi Seniman

Rabu, 5 Agu 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Pemkot Jakarta Utara menggelar Festival Teater Jakarta Utara 2026 yang digelar di Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Aki Tirem, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Rabu (5/8/2026). ANTARA/HO-Pemkot Jakarta Utara
Dengarkan dgn suara Siap
3K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara kembali menggelar Festival Teater Jakarta Utara 2026 di Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Aki Tirem, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok. Kegiatan tahunan ini menjadi wadah bagi para seniman untuk berekspresi, berkreasi, dan menampilkan karya terbaik mereka kepada masyarakat.

Kepala Seksi Pembinaan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara, Wawan Setiawan, mengatakan festival tersebut tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga ruang bagi para pelaku teater untuk menyampaikan berbagai pesan kehidupan melalui panggung.

“Festival ini menjadi wadah bagi para pelaku seni untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menyampaikan cerita dan nilai-nilai kehidupan melalui karya teater,” kata Wawan di Jakarta, Rabu (5/8).

Festival Teater Jakarta Utara 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Agustus 2026, dan diikuti oleh 10 kelompok teater. Mereka adalah Teater Trotoar, Teater Cahaya Art Studio, Teater AN, Teater Marooned Actor Society, Teater Sanggar Bambu, Teater diRI, Teater Sabdu Biru, Teater Anu, Teater Nahkoda Lakara, dan Bambie Teater.

Setiap kelompok tampil secara bergantian dengan durasi sekitar satu jam. Pertunjukan dibagi dalam dua sesi, yakni sore pukul 15.30–17.30 WIB dan malam pukul 20.00–22.00 WIB, sehingga masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk menikmati berbagai karya yang dipentaskan.

Menurut Wawan, festival ini memiliki peran strategis dalam mendorong perkembangan seni teater di Jakarta Utara sekaligus memperkaya khazanah budaya daerah.

“Kami berharap setiap pertunjukan mampu merefleksikan kehidupan masyarakat dan turut memperkuat perkembangan seni budaya di Jakarta Utara,” ujarnya.

Selain menjadi ruang apresiasi seni, festival ini juga merupakan ajang kompetisi. Para peserta memperebutkan gelar juara umum serta sejumlah penghargaan, seperti Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Pria dan Wanita Terbaik, Penata Musik Terbaik, Penata Artistik Terbaik, Penata Lampu Terbaik, Penata Rias Terbaik, Penata Kostum Terbaik, hingga Manajemen Panggung dan Produksi Terbaik.

Panitia menyediakan hadiah pembinaan senilai puluhan juta rupiah. Juara pertama akan memperoleh Rp12,5 juta, juara kedua Rp10 juta, dan juara ketiga Rp8,5 juta. Malam puncak sekaligus penyerahan penghargaan dijadwalkan berlangsung pada 10 Agustus 2026 di lokasi yang sama.

Wawan berharap festival ini mampu melahirkan generasi baru seniman teater yang kreatif dan berprestasi. Tiga kelompok terbaik nantinya akan mewakili Jakarta Utara pada Festival Teater tingkat Provinsi DKI Jakarta.

“Juara satu hingga tiga akan menjadi wakil Jakarta Utara di tingkat provinsi. Ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk berkembang dan menunjukkan kualitasnya di level yang lebih tinggi,” katanya.

Sementara itu, peserta dari Teater Marooned Actor Society, Fadjar Sukma, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam festival tersebut. Kelompoknya menampilkan pertunjukan berjudul Shift 4: Setelah Metamorfosis Kafka yang mengangkat kisah perjuangan seseorang menghadapi kerasnya kehidupan di ibu kota.

“Kami merasa sangat diapresiasi melalui festival ini. Bukan hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga ruang untuk belajar, berkembang, dan menampilkan karya terbaik kepada masyarakat,” ujar Fadjar.

No More Posts Available.

No more pages to load.